MII – Yogyakarta – Pemerintah Kota ( Pemko t) Yogyakarta mengadakan kegiatan Desa Bahagia dalam rangka Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat ) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka sebagai upaya membentuk karakter yang tangguh dan disiplin bagi calon Paskibraka 2026.
Sekretaris Daerah Yogyakarta Budi Santosa Asrori saat membuka kegiatan di Yogyakarta, Selasa, mengatakan menjadi calon Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi putra – putri terbaik daerah yang telah melalui proses seleksi secara ketat dan kompetitif. “Oleh karena itu, seluruh rangkaian pendidikan dan pembinaan selama berada di Desa Bahagia harus dimanfaatkan sebagai proses pembentukan diri agar mampu menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan berintegritas,” katanya. Rabu 5 Agustus 2026
Menurut dia, pelatihan calon Paskibraka tidak hanya berorientasi pada kemampuan baris-berbaris, tata cara pengibaran dan penurunan bendera, namun dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, patriotisme, serta kecintaan terhadap Tanah Air. Terlebih, di tengah perkembangan zaman yang berlangsung cepat, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki karakter kuat, tidak mudah goyah, tangguh secara mental, serta mampu menjaga persatuan dalam keberagaman bangsa.
Melalui pendidikan di Desa Bahagia, kata Budi, para calon Paskibraka Yogyakarta dipersiapkan menjadi kader-kader pemimpin masa depan yang memiliki integritas tinggi, disiplin, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. “Nilai – nilai perjuangan, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat pengabdian yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat maupun ketika kelak mengemban berbagai peran kepemimpinan,” katanya.
Selama menjalani pelatihan di asrama, para calon Paskibraka akan belajar hidup bersama dalam satu angkatan dengan para pembina dan pelatih, kegiatan tersebut diikuti sebanyak 38 peserta yang terdiri 19 putra dan 19 putri. “Situasi ini menjadi media pembelajaran untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, bekerja sama, serta membangun solidaritas dan semangat gotong royong,” katanya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Desa Bahagia, seluruh calon Paskibraka diharap mampu menjadi pribadi yang lebih dewasa, mandiri, mampu bekerja dalam tim, memiliki kecerdasan sosial, serta menjadi ‘agent of change’ yang membawa pengaruh positif bagi masyarakat. “Harapannya seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan penuh semangat, karena pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta Lukman Hidayat mengatakan, karantina di asrama yang berlangsung pada 4–19 Agustus ini diikuti 38 peserta, terdiri 19 putra dan 19 putri. “Tahapan ini sebagai persiapan akhir sebelum bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke – 81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Yogyakarta,” katanya. create by Arif Sutrisna




