MII – Lampung – Hasil awal pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah ( Labkesda ) terkait dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, telah selesai. Namun, hasil uji sampel makanan dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BBPOM ) Provinsi Lampung masih belum keluar.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat ( Kesmas ) Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Trio Pranoto mengatakan, hasil pemeriksaan dari BBPOM hingga kini masih dalam proses. “Yang dari Balai POM belum keluar,” kata Trio Pranoto kepada Tribun Lampung, Jumat (7/8/26).

Trio menjelaskan, hasil pemeriksaan dari Labkesda telah diterima Dinas Kesehatan dan pada hari yang sama akan disampaikan kepada Satuan Tugas ( Satgas ) Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Kabupaten Pesawaran. “Dari Labkesda sudah keluar. Hari ini insya Allah akan kami kirimkan hasilnya ke Satgas MBG Pesawaran,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Satgas MBG Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan Labkesda, sampel air minum yang diuji tidak menunjukkan adanya kontaminasi bakteri indikator pencemaran. “Hasil pemeriksaan pada sampel air minum menunjukkan coli tinja nol atau tidak ditemukan, begitu juga coliform juga tidak ditemukan,” kata Asikin.

Namun, pada pemeriksaan spesimen muntahan siswa ditemukan adanya bakteri Proteus mirabilis. Sementara itu, hasil pemeriksaan terhadap sampel makanan masih belum selesai sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab dugaan keracunan tersebut. “Sampel makanan masih belum selesai diperiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, puluhan siswa SD Negeri 22 Tegineneng dan seorang siswa SMP Negeri 15 Pesawaran mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan nyeri perut setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis. Hingga kini, proses investigasi masih berlangsung dan hasil uji laboratorium dari BBPOM menjadi acuan utama untuk memastikan penyebab insiden tersebut. create by Fadly Muhar