MII – Gresik – Mengantisipasi dampak musim kemarau, Menteri Pertanian ( Mentan ) Andi Amran Sulaiman meninjau kondisi sawah di Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng, Gresik, Musim kemarau mulai berdampak pada lahan pertanian di Kabupaten Gresik. Terdapat sekitar 200 hektare di seluruh wilayah Jawa Timur yang dilaporkan telah mengalami kekeringan, termasuk di Gresik.
Amran menyebut, pemerintah telah menyiapkan dua solusi untuk mengatasi persoalan yang sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir itu. Pertama, petani terdampak diberi bantuan pompa air agar dapat mengalirkan air dari sumber terdekat ke sawah mereka. “Solusi yang kedua, jika tidak ada air, buat sumur dangkal. Jadi kita memitigasi risiko kekeringan,” ujar Mentan Amran.
Menurutnya, ancaman El Nino yang diprediksi memicu kemarau panjang di Indonesia ini harus diiringi dengan persiapan matang supaya tidak memengaruhi produktivitas pertanian dan merugikan para petani. “Kita harus tetap berusaha keras untuk memitigasi risiko kekeringan yang terjadi tahun ini,” tuturnya, Rabu 12 Agustus 2026.
Meski begitu, Jawa Timur disebut masih memproduksi beras sebanyak 1,3 juta ton dan menjadi rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah. Pada kesempatan yang sama, Amran juga menyalurkan sejumlah dukungan sarana dan prasarana pengairan bagi petani di Gresik. Di antaranya 54 unit irigasi perpompaan, 9 unit irigasi perpipaan, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 12 unit.
Selain itu, Amran juga menyerahkan dua unit traktor roda dua kepada buruh tani. Bantuan itu diharapkan dapat memperluas akses petani dan buruh tani terhadap alat dan mesin pertanian ( alsintan ). Sementara itu, Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, dukungan pemerintah pusat menjadi dorongan Pemkab Gresik untuk semakin memperkuat berbagai upaya menjaga produktivitas pertanian. create by Basuki Rahmad




