MII – Yogyakarta – Gunung Merapi teramati mengeluarkan Awanpanas Guguran ke arah kali Boyong denghan jarak luncur 1.800 meter. Selain itu, teramati pula guguran lava 3 kali ke arah Kali Sat / Putih Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter Hal itu berdasarkan hasil pemantauan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan hingga siang hari ini, Rabu (12/8/26), pukul 06.00 – 12.00 WIB.
Sementara untuk laporan pengamatan kegempaan, tercatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran dengan amplitudo 49 mm dan lama gempa 82.61 detik. Tercatat pula 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2 – 6 mm dan lama gempa 22.55 – 153.84 detik. Serta 22 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2 – 32 mm, S – P 0.3 – 0.5 detik dan lama gempa 10.62 – 37 detik. Dan 5 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 3-18 mm, dan lama gempa 10.19-15.21 detik. Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) masih menetapkan Level III ( Siaga ) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.
Untuk pengamatan visual, Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 450 – 650 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara sekitar 23.5 – 26.5°C. Kelembaban 47.1 – 54 persen. Tekanan udara 874.8 – 918.5 mmHg.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. create by Arif Sutrisna




