MII – Surabaya – Warga Surabaya yang kerap melintas di kawasan SIER pada malam hari, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Baru – baru ini, seorang perempuan bernama Alvira Regita menceritakan pengalamannya yang hampir menjadi korban begal dengan modus tuduhan palsu. Alvira menceritakan kejadian yang dialaminya bersama pacarnya saat melintasi jalanan sepi di kawasan SIER sekitar pukul 22.50 WIB.
Saat berkendara, mereka mendadak dihentikan oleh seorang pria tak dikenal. Pria tersebut menuduh dan mengintimidasi korban dengan dalih telah mengolok – olok serta memaki dirinya. “Dia kekeh kalau kita yang ngolok – olok. Pas ditantang balik untuk menyelesaikannya di kantor polisi, dianya malah mlempem dan langsung putar balik ngebut. Sampai kami kejar buat minta kejelasan tapi dia tidak mau berhenti, sampai akhirnya kita teriak begal,” ujar Alvira.
Alvira menduga tindakan pelaku diduga menjadi salah satu modus untuk membegal orang di tempat sepi. “Ya aneh aja, kalo salah orang kan biasanya minta maaf, ini nggak, malah puter balik ngebut, ya kita langsung mikir dia modus dan mau begal,” tambahnya.
Menanggapi modus begal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Iptu Bagus Tri, mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap berbagai upaya intimidasi di jalan raya. Ia mengimbau para pengendara untuk tidak panik jika menghadapi situasi dituduh melakukan kejahatan. “Saran saya, jika menghadapi situasi seperti itu di jalan, yang pertama kali dilakukan adalah berteriak, tetap melaju, cari tempat yang ramai atau banyak orang, lalu minta tolong. Jangan berhenti di tempat sepi,” tegas Iptu Bagus Tri. create by Abdul Ghofar




