MII – Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) kembali menambah catatan buruk, dengan temuan belatung dibalik buah jeruk di SDN Tandes Kidul I. Video berdurasi 23 detik yang telah beredar luas hingga diterima Memorandum menunjukkan, sebuah jeruk yang dikupas oleh siswi SDN Tandes Kidul I tersebut ditemukan dua belatung. Video itu sontak menggemparkan para wali murid.

TR, salah satu walimurid SDN Tandes Kidul I mengatakan, dia mendapat laporan dari anaknya pada Kamis, 10 September 2026 bila dia dan teman-temannya menemukan jeruk berbelatung dari MBG. “Anakku cerita kalau MBG di sekolah ada belatungnya, terus di video sama temannya. Itu ambil video hari Kamis kemarin di kelas waktu istirahat,” katanya, Sabtu 12 September 2026.

Berdasarkan keterangan sang anak yang diterima TR, menu MBG yang disajikan dalam sebuah ompreng saat itu adalah nasi, telur ceplok, oseng – oseng manisa, dan sebuah jeruk. Kasus tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke wali kelasnya. “Temuan itu sudah dilaporkan ke wali kelasnya kalau ada jeruk berbelatung. Gak lapor ke sekolah karena takutnya, anaknya di incer karena temuan itu,” lanjutnya.

Dengan adanya temuan ini, TR pribadi tidak setuju program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini terus dilanjutkan. Selain banyak yang jadi korban keracunan, menu MBG dinilai kerap tak sesuai selera makanan anak-anak. “Saya pribadi gak setuju sama sekali. Lebih baik uang MBG itu dikasihkan ke orangtuanya, karena yang tau porsi makan dan makanan kesukaan anak itu orangtuanya,” terangnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) Republik Indonesia (RI), per September 2026, jumlah korban keracunan akibat program MBG telah mencapai 50.059 orang, dari 560 kejadian di 36 provinsi. Sementara Andi Ardiansyah, selaku petugas Tata Usaha (TU) SDN Tandes Kidul I mengatakan, pihak sekolah akan menyelidiki kasus temuan jeruk berbelatung dari MBG yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tandes. “Kalau ada laporan seperti yang mas terima, Senin kita konfirmasi. Kemarin itu jeruknya hijau-hijau, gak kuning seperti itu. Tapi gak tau lagi kalau ada jeruk seperti itu, karena ada 1029 MBG gak mungkin kita buka satu – satu,” jelasnya.

Sejauh ini, pihak sekolah masih belum menerima laporan dari walimurid terkait temuan tersebut. Pihaknya mengimbau walimurid yang mendapat informasi dari anaknya terkait kasus tersebut agar melapor ke sekolah. “Gak ada. Gak pernah terima laporan. Kalau mereka mau laporan, monggo ( silakan ). Kita nanti duduk bersama. Tapi kita gak pernah terima laporan,” pungkasnya. create by Abdul Ghofar