MII – Bandung – Dinamika internal Partai Demokrat Jawa Barat pasca-Musyawarah Daerah (Musda) VI pada 24 Agustus 2026 dinilai sebagai bagian dari proses pendewasaan politik organisasi. Berbagai perbedaan pandangan yang sempat mewarnai proses Musda kini hendaknya disikapi sebagai bentuk kecintaan kader terhadap partai, yang harus segera disatukan kembali dalam semangat soliditas bersama.

Hal tersebut disampaikan Rudi Erawan, kader Partai Demokrat (mantan Sekertaris Bappilu DPD) sekaligus Founder MASAGI Insight dan Forum BubukRanginang. Ia menyampaikan selamat dan sukses kepada H. Anton Sukartono Suratto, M.Si., atas disahkannya SK penetapan sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026–2031 oleh DPP Partai Demokrat.

“Alhamdulillah, selamat dan sukses atas amanah yang diemban kepada Kang Anton Sukartono Suratto sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat periode 2026–2031. Mari kita kawal kepengurusan baru ini dengan semangat kebersamaan mempersiapkan tahun politik 2029,” ujar Rudi Erawan.

Menempatkan Kepentingan konstituen, masyarakat dan Partai di atas segalanya

Menurut Rudi, proses Musda VI yang telah berjalan dan melahirkan kepemimpinan definitif merupakan fakta organisasi yang wajib dihormati oleh seluruh kader. Ia menilai, setelah proses suksesi selesai, kepentingan besar partai harus senantiasa diletakkan di atas ambisi personal maupun kelompok.

“Kepentingan besar partai harus selalu diletakkan di atas ambisi personal maupun kelompok. Dinamika dan perbedaan pandangan dalam ruang Musda adalah hal yang lumrah dalam organisasi demokratis. Namun, ketika proses selesai, seluruh energi harus kembali dikonsolidasikan untuk kejayaan partai,” tegasnya.

Jawa Barat Titik Strategis Menuju 2029

Rudi juga menyoroti posisi strategis Jawa Barat dalam peta politik nasional. Ia mengingatkan pentingnya melakukan evaluasi organisasi secara terukur guna menatap agenda politik ke depan, khususnya dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Ini jelas bukan saatnya untuk saling cakar-cakaran di dalam. Energi besar harus dikonversi untuk menata ulang strategi pemenangan menuju tahun politik 2029,” tambahnya.

Mengusulkan forum “ Badami ” dan Merangkul Lintas Generasi

Untuk memperkuat kembali soliditas organisasi, Rudi menawarkan dua gagasan utama. Pertama, pelaksanaan rekonsiliasi substansi atau badami. Kepemimpinan DPD Demokrat Jabar perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi kader senior, kader muda, maupun kader potensial yang sempat mengambil jarak. Kekuatan Demokrat Jabar dinilai bertumpu pada sinergi lintas generasi yang memadukan pengalaman tokoh senior dan energi kaum muda.

Kedua, memperkuat sinergi dengan DPP Partai Demokrat untuk memfasilitasi dialog strategis dan konsolidasi menyeluruh.

“Sudah saatnya kita menyatukan shaf, meleburkan perbedaan pandangan pasca-Musda, dan mengalihkan fokus perjuangan pada satu tujuan utama: menghadirkan bukti dan kerja nyata untuk rakyat Jawa Barat,” pungkasnya.create by Dayan Sihombing