MII – Gresik – Suasana penuh keakraban mewarnai gelaran Petrokimia Media Award (PMA) 2026. Di tengah apresiasi kepada insan media, Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik, Ihwan Fahrurrazi, turut hadir dan bersilaturahmi bersama para jurnalis yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan. Pertemuan ini bahkan menjadi yang pertama kali dalam sejarah kegiatan PMA dihadiri oleh jajaran direksi PKG.

Bagi Ihwan, pertemuan dengan insan media di Gresik bukan sekadar agenda seremonial. Ada kenangan panjang yang membuat hubungan antara Petrokimia Gresik dan media memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan kariernya. Ihwan mengaku teringat kembali pada masa ketika dirinya dipercaya menjabat sebagai Manajer Humas Petrokimia Gresik periode 2017-2020. Saat itu, ia harus berhadapan dengan berbagai situasi kritis yang menuntut kemampuan komunikasi, koordinasi, sekaligus membangun kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya pernah berada di posisi yang setiap hari harus berkomunikasi dengan teman-teman media. Ada masa-masa yang cukup kritis dan menantang. Dari situ saya belajar bahwa komunikasi itu bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi bagaimana membangun kepercayaan dan menjaga hubungan dengan seluruh stakeholder,” ujar Ihwan.

Menurutnya, pengalaman selama menjadi Manajer Humas menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Bahkan, Ihwan melihat hampir seluruh jabatan yang pernah diembannya memiliki satu benang merah, yakni kemampuan memahami dan mengelola aspek komunikasi. “Saya merasa amanah yang saya jalani sekarang juga tidak lepas dari pengalaman ketika menjadi Manajer Humas. Hampir semua pekerjaan di perusahaan selalu memiliki aspek komunikasi. Mau itu bisnis, operasional, CSR, penjualan, sampai manajemen risiko, semuanya membutuhkan komunikasi yang baik,” jelasnya.

Brawijaya (UB) Malang dan Magister Institut Pertanian Bandung (IPB). Perjalanan kariernya di lingkungan Petrokimia Gresik terbilang cukup panjang dan beragam. Mengawali perjalanan dari bidang riset, Ihwan kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis. Salah satunya sebagai Manajer CSR, di mana ia turut mengantarkan Petrokimia Gresik meraih penghargaan PROPER Emas. Kariernya kemudian berlanjut di bidang pengembangan produk, hingga dipercaya menjadi SVP Penjualan Korporasi Pupuk Indonesia. Setelah itu, Ihwan juga dipercaya sebagai Regional CEO II Pupuk Indonesia, dengan wilayah kerja yang membawahi tujuh provinsi.

Kini, Ihwan mengemban amanah sebagai Direktur Manajemen Risiko Petrokimia Gresik. Menurutnya, keberagaman pengalaman tersebut justru semakin memperkuat keyakinannya bahwa komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan organisasi. “Kalau saya lihat perjalanan saya, dari riset, CSR, pengembangan produk, penjualan, regional, sampai sekarang di manajemen risiko, semuanya membutuhkan kemampuan komunikasi. Jadi jangan pernah menganggap komunikasi itu hanya urusan humas. Komunikasi adalah bagian dari seluruh proses bisnis perusahaan,” tegasnya.

alam kesempatan tersebut, Ihwan juga menyampaikan apresiasi kepada insan media di Gresik, khususnya wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Komunitas Wartawan Gresik (KWGe). Menurut dia, keberadaan media memiliki peran strategis dalam perjalanan Petrokimia Gresik selama lebih dari lima dekade. Media tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi perusahaan kepada publik, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun komunikasi dan kepercayaan masyarakat. Ihwan menilai hubungan yang baik antara perusahaan dan media akan menciptakan ekosistem komunikasi yang sehat. Perusahaan dapat menyampaikan berbagai program dan kinerja kepada masyarakat, sementara media tetap memiliki ruang untuk menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.

“Yang paling penting adalah membangun komunikasi dua arah. Perusahaan membutuhkan media, media juga membutuhkan akses informasi yang baik dari perusahaan. Kalau komunikasi dan sinerginya bagus, maka informasi yang sampai kepada masyarakat juga akan semakin baik,” tambahnya.

Lebih jauh, Ihwan menilai tantangan komunikasi perusahaan saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut perusahaan maupun media untuk semakin adaptif dan mengedepankan akurasi. Menurutnya, kecepatan tidak boleh mengorbankan ketepatan informasi. Sebaliknya, perusahaan juga harus terbuka dalam memberikan informasi yang dibutuhkan publik sepanjang sesuai dengan ketentuan dan kepentingan perusahaan.

“Sekarang informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, kepercayaan menjadi sesuatu yang sangat penting. Perusahaan dan media harus berkolaborasi mengolah informasi secara profesional. Saya berharap hubungan yang selama ini sudah baik bisa terus kita tingkatkan. Bukan hanya dalam konteks pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari membangun Gresik dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Ihwan. create by Basuki Rahmad