MII – Papua – Kapal bantu rumah sakit TNI Angkatan Laut, KRI Wahidin Sudirohusodo-991, berlabuh di Dermaga Main Wharf, Port Vila, Vanuatu, Sabtu (3/10/26). Kapal perang ini tiba di negara Pasifik tersebut usai menempuh pelayaran selama 10 hari dari Sorong, Papua Barat Daya.

Persinggahan di Vanuatu menjadi etape kedua dalam misi port visit 2026 ke kawasan Pasifik Selatan dan Oseania. Rombongan Satgas yang dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto ini dijadwalkan mengarungi Samudra Pasifik selama 60 hari untuk mengunjungi Vanuatu, Fiji, Kepulauan Solomon, hingga Papua Nugini.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma TNI Tunggul menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata penekanan pimpinan TNI AL.“Diplomasi TNI AL harus mampu menghadirkan manfaat, memperkuat persahabatan, serta membangun kerja sama dengan negara-negara sahabat demi mendukung perdamaian dan stabilitas kawasan,” ujar Tunggul mengutip penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

Kedatangan kapal disambut langsung oleh Atase Pertahanan RI untuk Australia dan Vanuatu Laksma TNI Novera Budi, Laksma TNI Yusliandi Ginting, serta Duta Besar Vanuatu untuk Australia H.E. Jimmy Nipo. Usai bersandar, tim satgas TNI AL menggelar pertemuan diplomatik dengan Perdana Menteri Vanuatu Jotham Napat, Duta Besar RI Siswo Pramono, hingga Kepala Kepolisian Vanuatu Kalshem Bongran.

Misi diplomasi maritim ini memboyong 318 personel gabungan dari TNI, Polri, kementerian, hingga jurnalis dan mahasiswa. Selain menggelar pertemuan resmi, tim Satgas membuka pelayanan kesehatan gratis, membagikan obat-obatan, menyalurkan bantuan alat sekolah, hingga menampilkan pentas seni Reog Ponorogo untuk warga lokal. create by Dony Badak