MII – Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat mengintensifkan edukasi bahaya kebocoran gas menyusul insiden ledakan dahsyat di kawasan Pakuwon City San Antonio, Jalan Kalisari Utara. Peristiwa yang diduga bersumber dari tabung elpiji rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi tersebut merusakkan puluhan ruko di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengimbau masyarakat agar selalu tanggap terhadap tanda awal kebocoran gas. Menurutnya, kebocoran kerap terjadi tanpa suara dan hanya menyebarkan bau khas.”Begitu tercium bau gas, yang harus dilakukan adalah mematikan kompor dan segera mencopot regulatornya. Jika memungkinkan, segera bawa tabung gas ke luar ruangan terbuka agar gas tidak mengendap di dalam rumah,” ujarnya, Kamis 8 Oktober 2026.
Sifat fisik gas elpiji yang lebih berat daripada udara menjadi alasan utama mengendapnya gas di area rendah dekat lantai. Kondisi ini sangat membahayakan bangunan berunsur tertutup. “Jika ruangan tertutup dan minim ventilasi, akumulasi gas tersebut sangat berbahaya karena dapat memicu ledakan saat tersulut api,” terangnya. Saat aroma gas terdeteksi, warga diminta menghindari seluruh pemicu percikan api maupun arus listrik, seperti menyalakan sakelar, menghidupkan kompor, atau merokok. “Langkah kedua yang harus dilakukan adalah mencabut regulator dari tabung gas dan segera bawa tabung ke area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik,” ungkapnya.
Apabila muncul kobaran api kecil di sekitar tabung, warga dapat memadamkannya terlebih dahulu menggunakan kain basah sebelum memindahkan tabung. Selama penyimpanan maupun penggunaan, posisi tabung wajib berdiri tegak, jauh dari sumber api, dan berada di ruangan berventilasi bawah yang baik. Pengecekan sederhana menggunakan air sabun juga dianjurkan setiap kali memasang tabung elpiji baru.
“Sebelum menggunakan tabung gas baru atau memasang regulator, oleskan air sabun pada bagian sambungan dan selang. Jika muncul gelembung udara, menandakan adanya kebocoran dan tabung jangan digunakan. Pastikan pula selang tidak retak dan sambungan terpasang rapat,” terangnya.
Pemkot Surabaya memberikan perhatian khusus bagi pemilik usaha kuliner, rumah makan, hingga katering. Laksita mengungkap adanya kebiasaan fatal yang kerap dilakukan pekerja dapur saat mengganti tabung gas. “Sering terjadi di usaha katering, saat salah satu kompor habis, tabung langsung dicopot padahal kompor di sebelahnya masih menyala. Sisa gas yang keluar saat regulator dicopot bisa tersambar api dan memicu kebakaran. Harusnya matikan dulu semua kompor, baru ganti regulatornya,” tegas Laksita.
Bagi pelanggan gas PGN, langkah awal saat terjadi kebocoran adalah mematikan keran aliran gas secara langsung. Pemkot Surabaya meminta warga yang menghadapi kondisi darurat kebocoran gas atau kebakaran untuk segera menghubungi layanan Command Center 112. create by Abdul Ghofar




