MII – Bogor – Tragedi menyedihkan terjadi di kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor, ketika seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Muhamad Dafa Alfarizi ditemukan tewas setelah terseret arus Sungai Cisadane, pada JUmat(17/10/25).

Korban diduga terpeleset ke sungai saat bermain bersama teman-temannya di tepi aliran air. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB.

Saat itu, Dafa tengah asyik bermain di pinggir sungai bersama tiga rekannya. Tanpa disadari, langkahnya terpeleset hingga tercebur ke sungai yang memiliki arus cukup deras.

“Korban sedang bermain di tepi Sungai Cisadane bersama tiga orang temannya. Tiba-tiba dia terpeleset dan hanyut terbawa arus. Ketiga temannya langsung berlari meminta bantuan warga dan orang tua korban,” ungkap Dimas.

Mendapat laporan, warga bersama Satgas Ciliwung–Cisadane yang kebetulan tengah berpatroli di sekitar lokasi segera melakukan upaya pencarian. Namun derasnya arus sungai membuat proses penyelamatan sulit dilakukan.

“Beberapa anggota Satgas sempat mencoba menolong, tapi arus yang kuat membuat korban sulit dijangkau,” tambah Dimas.

Setelah pencarian dilakukan, korban akhirnya ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi awal dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan BPBD dan relawan ke rumah duka di kawasan Bogor Selatan.

Pihak keluarga yang menerima jenazah dengan penuh duka kemudian memakamkan korban di Tempat Pemakaman Umum ( TPU ) Kelurahan Empang, Kota Bogor.

Atas kejadian ini, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar area berbahaya seperti sungai atau saluran air besar.

Arus Sungai Cisadane yang deras dan kondisi bebatuan licin kerap menjadi ancaman serius, terutama di musim hujan seperti saat ini. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat beraktivitas di area terbuka, guna mencegah terulangnya insiden tragis serupa di kemudian hari. create by Gunawan Suhendar