MII – Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor telah mengidentifikasi 78 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan bencana menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Pemetaan ini merupakan hasil kerja sama antara BPBD dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta aparat wilayah, dengan tujuan untuk memastikan kelancaran pelaksanaan Pilkada di tengah ancaman bencana. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh mengatakan, dari total 1.524 TPS yang tersebar di enam kecamatan, terdapat 78 TPS yang teridentifikasi memiliki potensi bencana tinggi.
“Hasil pemetaan kami dengan KPU, dengan aparat wilayah dari total 1.524 jumlah TPS pada saat pilkada besok dan hasil pemadanan data kejadian bencana yang terjadi di wilayah di enam titik ini ada 78 TPS yang rawan bencana,” ujar Hidayatulloh saat ditemui wartawan, Selasa (20/8/2024).Lokasi-lokasi ini sering kali mengalami bencana seperti, tanah longsor, puting beliung dan banjir, sehingga memerlukan perhatian khusus dari pihak terkait.
Langkah mitigasi yang diambil adalah dengan mempertimbangkan pemindahan TPS dari lokasi rawan bencana ke tempat yang lebih aman. Sebagai contoh, jika TPS berada di wilayah rawan banjir, maka disarankan untuk memindahkannya ke lokasi yang lebih tinggi.
Begitu pula dengan wilayah yang rawan puting beliung, di mana penggunaan tenda di lokasi terbuka harus dihindari, dan sebaiknya memilih bangunan permanen yang dapat digunakan oleh petugas pemungutan suara. Wilayah paling rawan bencana di Kota Bogor meliputi Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Tanah Sareal, dan Kecamatan Bogor Utara . Dengan langkah-langkah ini, BPBD Kota Bogor berharap bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman dan lancar, meskipun tantangan bencana alam tetap ada di sejumlah wilayah di Kota Bogor. “Bencana memang merupakan kuasa Tuhan, tetapi ikhtiar kita adalah memastikan Pilkada bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Hidayatulloh.create by Gugun Suhendar




