MII – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan erat dengan Amerika Serikat saat menghadiri Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Kamis (19/2/26).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap berpegang pada tradisi politik luar negeri nonblok, namun hal tersebut tidak menghalangi upaya mempererat persahabatan dengan negara mana pun. “Kami selalu mencoba meyakinkan Amerika Serikat, bahwa Indonesia adalah teman sejati, meskipun secara politik kami memiliki tradisi politik luar negeri nonblok,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Ia menilai hubungan bilateral yang kuat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, investasi, dan stabilitas kawasan Indo – Pasifik. Dalam forum tersebut, Prabowo juga memperkenalkan kebijakan luar negeri Good Neighbor Policy atau kebijakan bertetangga baik.
Strategi ini bertujuan memperkuat hubungan dengan negara – negara di sekitar Indonesia sekaligus memperluas kemitraan di Asia Timur dan kawasan Indo – Pasifik. “Saya bertekad untuk membina dan meningkatkan hubungan terbaik dengan semua tetangga di sekitar Indonesia, baik di kawasan sekitar kita maupun kawasan Asia Timur dan Indo – Pasifik yang lebih luas,” katanya.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, stabilitas regional hanya dapat dicapai melalui dialog, kepercayaan, dan kerja sama lintas negara, bukan melalui rivalitas yang berkepanjangan.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan filosofi diplomasi yang menjadi dasar kepemimpinannya, yakni membangun sebanyak mungkin kemitraan dan meminimalkan konflik.
Ia menyampaikan prinsip “seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak” sebagai landasan pendekatan Indonesia dalam politik luar negeri maupun domestik.
“Kerja sama, kolaborasi, dan kompromi pada akhirnya terbukti lebih bermanfaat dan menguntungkan bagi semua pihak. Kompetisi itu perlu, namun setelah kompetisi harus ada kerja sama,” imbuhnya.
Presiden menilai pendekatan tersebut penting untuk menghadapi dinamika global yang semakin kompleks, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia melalui kemitraan strategis dengan berbagai negara, termasuk Amerika Serikat. create by Yulianto




