MII – Papua- Antusiasme warga jauh melampaui prediksi panitia, membuktikan tingginya harapan masyarakat Klamono – Segun terhadap program penguatan Agroforestri.

Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, di Halaman kediaman Bapak Yafet Smi, tuan tanah setempat, berubah menjadi lautan manusia pada Minggu, 23 Agustus 2026. Sejak pukul 12.00 WIT, lebih dari 100 warga memadati lokasi untuk mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Tim Ekspedisi Patriot 4 (TEP) Universitas Brawijaya yang diketuai oleh Syamsul Arifin, S.P., M.Si., dan beranggotakan Chintia Milanda, S.P., Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut., Nopi Sopiandi, S.P., Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, S.Hut., Anggit Nur Wicaksno, S.Hut., jauh melampaui prediksi awal panitia.

FGD ini mengusung tema besar “Penguatan dan Pendampingan Agroforestri Intensif Kelompok Tani untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Transmigrasi Klamono-Segun, Sorong”. Sejak awal digelar, kegiatan ini mendapat atensi luas dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah distrik hingga masyarakat akar rumput yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian dan kehutanan.

Dihadiri Lintas Pemangku Kepentingan

Demi menjamin inklusivitas kegiatan, Tim Patriot Agroforestri turut mengundang sejumlah pemangku kepentingan Hadir secara langsung Bapak Oktofianus Kolin, S.Pd.K., M.M. selaku Kepala Distrik Klamono, didampingi Kepala Kampung Wariyau dan Kepala Kampung Mlais. Turut hadir pula para tuan tanah, tokoh masyarakat Klawosom, unsur
BHABINKAMTIBMAS, serta Penyuluh Pendamping Lapangan Pertanian dan Peternakan.

Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan bahwa program penguatan agroforestri di kawasan transmigrasi Klamono – Segun bukan sekadar inisiatif akademik, melainkan gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tokoh adat, aparat keamanan, hingga masyarakat itu sendiri.

Rangkaian FGD berlangsung meriah dengan dua sesi pemaparan materi utama. Sesi pertama, Pengenalan Sistem Agroforestri, disampaikan oleh Anggit Nur Wicaksono, S.Hut, yang mengupas konsep dasar dan manfaat penerapan sistem agroforestri bagi keberlanjutan lahan pertanian di kawasan transmigrasi.

Sesi kedua diisi oleh Firli Dwi Nur Cahyani, S.Hut, yang memaparkan konsep Rumah Persemaian Tangguh Iklim, sebuah inovasi yang diharapkan dapat menjadi solusi penyediaan bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim bagi kelompok tani setempat.

Sesi tanya jawab yang mengiringi kedua pemaparan tersebut berlangsung hidup. Para peserta aktif melontarkan pertanyaan seputar penerapan agroforestri di lahan masing-masing, menandakan tingginya rasa ingin tahu dan kesiapan masyarakat untuk turut serta dalam program ini.

Harapan Baru bagi Ekonomi Kawasan Transmigrasi

Tingginya animo masyarakat yang hadir menjadi bukti nyata bahwa kebutuhan akan pendampingan agroforestri intensif memang sangat dinantikan warga Klamono-Segun. Melalui program ini, Tim Patriot Agroforestri UB berharap dapat mendorong penguatan kapasitas kelompok tani, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Kegiatan FGD ini menjadi salah satu tonggak penting rangkaian program TEP 2026 di Klamono dan Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, sekaligus mempertegas komitmen Universitas Brawijaya dalam menghadirkan riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat di kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). create by Wiliam