MII – Gresik – Kabupaten Gresik kembali memiliki daya tarik religi dan sejarah melalui “Makam Merah Delima” yang terletak di Jl. Veteran, Kelurahan Segoro Madu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Kamis 27 Agustus 2026.

Makam ini dipercaya masyarakat sebagai tempat peristirahatan “Nyai Merah Delima”, salah satu tokoh perempuan yang berperan dalam penyebaran agama Islam di wilayah pesisir Gresik pada masa lampau.

Julukan “Merah Delima” diberikan masyarakat sebagai simbol ketulusan, keberanian, dan semangat dakwah yang istiqomah. Makam yang berada di atas bukit kecil ini memiliki ciri khas cungkup berwarna merah dan dikelilingi pepohonan rindang, sehingga menciptakan suasana teduh bagi para peziarah.

Makam Merah Delima menjadi tujuan ziarah rutin warga Gresik dan sekitarnya. Puncaknya terjadi pada malam Jumat, malam Senin, serta bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang dilakukan meliputi doa bersama, tawasul, dan napak tilas sejarah dakwah Islam di Gresik,”Ujar juru kunci.

Meskipun kisah Nyai Merah Delima masih berkembang secara lisan di masyarakat, keberadaan makam ini memiliki nilai penting sebagai jejak penyebaran Islam dan warisan budaya lokal. Situs ini juga menjadi pengingat akan peran perempuan dalam sejarah dakwah di tanah Jawa.

Masyarakat dan pemerintah diharapkan bersama-sama menjaga kelestarian Makam Merah Delima sebagai aset sejarah, religi, dan wisata ziarah di Kabupaten Gresik. Dengan tetap menjaga adab dan kebersihan saat berkunjung, nilai-nilai luhur dari para pendahulu dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Makam Merah Delima adalah salah satu situs religi di Kec. Kebomas, Gresik yang dipercaya masyarakat sebagai makam tokoh penyebar Islam. Lokasinya berada di Jl. Veteran, Kel. Segoro Madu dan dapat diakses melalui anak tangga dari jalan utama. create by Basuki Rahmad