MII – Depok – Siswa SDK PENABUR Depok kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Sebanyak 20 siswa berhasil meraih medali dan penghargaan dalam ajang American Mathematics Olympiad ( AMO ) 2025. Dalam kompetisi tersebut, Rodrigo Hanz Ambarita sukses menyabet medali emas. Sementara itu, Arkananta Dariel Ergiatmaja meraih medali perak.

Adapun lima siswa lainnya, yakni Dominika Evelyn Rahyang Handrio, Grace Samuela Satya, Immanuel Togu Zedechias, Oliver Santana, dan Zach Theodore Shalim memperoleh medali perunggu. Debora Eternity Malik juga turut mengharumkan nama sekolah dengan meraih Honorable Mention.

Selain itu, 12 siswa lainnya mendapatkan sertifikat partisipasi, yakni Alan Gracio Imanuel Topayung, Ganda Lamorasion Clementian Nadeak, Illyanne Rachel Rosaleen, Mikayla Tasha Nadear, Benjamin Nathaniel G P Simangunsong, Daniel Ringgas Elnathan Sinaga, Emirelle Bennetta Febclesia, Ivander Benedictus, Mishael Phillip Hutabarat, Geoffrey Yohemia Shawn Manik, Diamond Rei Gunawan, dan Felisa Ester Hasian Siahaan.

AMO merupakan ajang olimpiade matematika internasional yang diikuti siswa SD hingga SLTA, yang diselenggarakan oleh Southern Illinois University ( SIU ) dan Singapore International Math & Science Competitions ( SIMCC ). Para peserta dari SDK PENABUR Depok sendiri berasal dari kelas 2 hingga kelas 6. Rodrigo mengaku telah menyukai matematika sejak usia dini. “Saya suka matematika sejak umur 4 tahun, terutama perkalian. Saya belajar bersama guru di sekolah dan orang tua di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Arkananta mengungkapkan dirinya mempersiapkan diri selama satu bulan sebelum lomba. “Saya mempersiapkan diri belajar untuk AMO selama satu bulan. Saya belajar dari soal-soal tahun sebelumnya,” tuturnya.

Menurut Rodrigo, dukungan guru menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan mereka. “ Guru – guru di sekolah membantu saya dan teman – teman mempersiapkan diri belajar AMO dengan mengerjakan berbagai soal latihan,” katanya.

Keduanya juga mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat mengerjakan soal. Namun, ketelitian tetap menjadi kunci. “Ketika menemukan soal yang sulit, aku berdoa kepada Tuhan dan membaca kembali soalnya dengan teliti untuk menemukan cara menjawab soal dengan tepat,” ujar Rodrigo.

Ke depan, Rodrigo akan mengikuti SASMO dan Olimpiade Matematika Nasional 15 ( OMNAS ), sedangkan Arkananta akan turut berpartisipasi pada SASMO 2026. Arkananta pun berpesan kepada pelajar lain agar terus semangat meraih prestasi. “Untuk teman – teman, teruslah tekun belajar dan jangan pernah menyerah hingga berhasil meraih prestasi,” pesannya. create by Endra Nirwana