MII – Bogor – Kabar gembira bagi masyarakat Sukabumi dan sekitarnya. PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) mengungkapkan rencana elektrifikasi jalur kereta Bogor – Sukabumi yang akan membuka peluang beroperasinya Kereta Rel Listrik ( KRL ) hingga Kota Sukabumi.

Apabila proyek tersebut terealisasi, masyarakat Sukabumi akan semakin mudah terhubung dengan jaringan transportasi massal Jabodetabek yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas jutaan warga setiap hari. Kehadiran KRL dinilai mampu menghadirkan moda transportasi yang lebih cepat, nyaman, aman, dan terjangkau dibandingkan pilihan transportasi lainnya.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan PT KAI dalam meningkatkan kapasitas serta kualitas layanan transportasi berbasis rel di wilayah aglomerasi Jakarta dan daerah penyangga. Selain elektrifikasi jalur Bogor–Sukabumi, KAI juga menyiapkan berbagai pengembangan infrastruktur pendukung.

Mulai dari penambahan rangkaian kereta, perluasan fasilitas depo, perpanjangan peron di sejumlah stasiun, hingga pembangunan jalur stabling untuk mendukung operasional kereta yang lebih optimal. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap terus meningkatnya jumlah pengguna transportasi kereta api di kawasan Jabodetabek. Saat ini, layanan KRL Jabodetabek melayani sekitar 1,3 juta penumpang setiap harinya.

Ke depan, jumlah pengguna diproyeksikan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat dan pengembangan jaringan transportasi. Pada tahun 2030, jumlah penumpang KRL ditargetkan mencapai 1,5 hingga 1,6 juta penumpang per hari. Jika KRL benar-benar beroperasi hingga Sukabumi, dampaknya diperkirakan akan sangat besar bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Warga Sukabumi akan memiliki akses transportasi yang lebih mudah menuju Bogor, Depok, Jakarta, hingga wilayah lain yang terhubung dengan jaringan KRL Jabodetabek. Kehadiran KRL juga berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama Bogor–Sukabumi yang selama ini kerap mengalami kemacetan, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

Dengan tersedianya moda transportasi massal yang andal, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang lebih efisien dari sisi waktu maupun biaya. Di sektor ekonomi, konektivitas yang semakin baik diyakini mampu mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha. cretae by Gunawan Suhendar