MII – Surabaya – Aktivitas pemotongan sapi resmi berpindah dari kawasan Pegirian ( Ampel ) ke Unit Rumah Potong Hewan ( RPH ) Tambak Osowilangun ( TOW ). Sejak resmi beroperasi pada 2 Juni, tercatat sebanyak 136 ekor sapi telah dipotong di fasilitas baru tersebut guna memenuhi kebutuhan daging segar di Kota Surabaya.

Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A Isnugroho, menegaskan bahwa seluruh aktivitas pemotongan di RPH Ampel telah dihentikan total per 1 Juni. Saat ini, kawasan Ampel hanya digunakan untuk keperluan administrasi pindahan kantor secara bertahap.

“Tanggal 1 Juni RPH sudah pindah, dan pemotongan perdana di TOW telah dimulai pada tanggal 2 Juni. Saat ini di RPH Ampel sudah tidak ada aktivitas pemotongan, hanya tinggal proses pindahan kantor yang kami lakukan secara bertahap,” ujar Fajar diwawancarai wartawan, Sabtu (6/6/26).

Terkait fasilitas penunjang, RPH unit TOW sebenarnya telah menyiapkan armada truk khusus untuk memfasilitasi kebutuhan para mitra jagal sekaligus memudahkan distribusi daging ke sejumlah pasar di Kota Pahlawan. Namun, armada bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut saat ini belum bisa dioperasikan karena masih dalam proses perawatan. “Fasilitas armada dari Pemkot sudah siap. Tapi saat ini armada sedang diservis di bengkel untuk pengecekan oli, kesiapan teknis, serta penyelesaian uji KIR sebelum resmi digunakan,” ujarnya.

Meski demikian, Fajar memastikan proses distribusi daging tidak terganggu. Untuk sementara, kebutuhan logistik sudah teratasi karena masing-masing jagal membawa kendaraan angkutannya sendiri.

“Sementara ini, para mitra jagal membawa kendaraan angkutannya masing-masing, jadi kendala distribusi sudah bisa teratasi, ” tegasnya. Nantinya, armada truk bantuan Pemkot Surabaya yang memiliki kapasitas 2 ton tersebut akan dioperasikan secara kolaborasi antara RPH dan mitra jagal. create by Abdul Ghofar