MII – Surabaya – Ribuan calon murid baru di Jawa Timur mulai memasuki fase penting menjelang Sistem Penerimaan murid Baru ( SPMB ) 2026. Dinas Pendidikan ( Dindik ) Jawa Timur membuka simulasi pendaftaran pada 8 – 9 Juni 2026 sebagai sarana latihan agar peserta lebih siap menghadapi proses seleksi yang sesungguhnya.

Melalui simulasi ini, calon murid tidak hanya belajar tahapan pendaftaran secara daring, tetapi juga dapat memetakan peluang diterima di sekolah tujuan berdasarkan rayon domisili maupun nilai prestasi akademik yang dimiliki. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan simulasi menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk memahami sistem sebelum memasuki masa pendaftaran resmi. “Latihan ini dibuat semirip mungkin dengan kondisi saat pendaftaran sebenarnya. Dengan begitu calon murid bisa memahami mekanisme yang berlaku dan menghindari kesalahan ketika proses pendaftaran riil dimulai,” ujar Aries.

Menurut Aries, simulasi dapat diakses melalui laman SPMB Jatim menggunakan NISN, PIN, tanggal lahir, serta tanggal penerbitan Kartu Keluarga atau Surat Keterangan Domisili. Namun, hanya calon murid yang telah mengantongi PIN yang dapat mengikuti tahapan tersebut.

Data Dindik Jatim menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Hingga Minggu siang, lebih dari 303 ribu calon murid telah mengajukan pengambilan PIN secara daring. Dari jumlah tersebut, sekitar 273 ribu murid atau lebih dari 90 persen telah berhasil memperoleh PIN.

Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari total lulusan SMP dan MTs sederajat di Jawa Timur yang tahun ini mencapai lebih dari 618 ribu siswa. Karena itu, Dindik Jatim kembali mengingatkan agar calon murid yang belum memperoleh PIN segera menuntaskan proses pengajuan sebelum batas waktu berakhir pada 9 Juni 2026.

“PIN adalah tiket utama untuk mengikuti seluruh tahapan SPMB. Tanpa PIN, calon murid tidak bisa masuk ke proses pendaftaran mana pun,” tegas Aries. Pada simulasi tahun ini, peserta dapat mencoba jalur Domisili dan Jalur Nilai Prestasi Akademik untuk jenjang SMA maupun SMK. Melalui fitur tersebut, calon murid dapat melihat peluang pilihan sekolah berdasarkan rayon tempat tinggal serta memahami sistem pemeringkatan yang akan digunakan.

Dindik Jatim juga mengingatkan adanya aturan baru pada jalur domisili. Calon murid tidak diperkenankan mendaftar SMA dan SMK secara bersamaan karena kedua jalur dibuka pada waktu yang sama, yakni 11 – 12 Juni 2026. Peserta hanya dapat memilih maksimal tiga SMA dalam rayon domisili atau tiga konsentrasi keahlian pada SMK. Selain itu, simulasi hanya dapat dilakukan satu kali sehingga peserta diimbau mempelajari seluruh prosedur dengan cermat sebelum memulai.

Untuk mengantisipasi kendala teknis, sekolah-sekolah telah menyiapkan helpdesk dan petugas pendamping yang siap membantu calon murid memahami proses pendaftaran. Pembukaan simulasi ini menjadi langkah awal sebelum rangkaian SPMB Jatim 2026 dimulai. Tahap pertama jalur Domisili SMA dengan kuota 35 persen dan Domisili SMK 10 persen akan dibuka pada 11-12 Juni mendatang, disusul jalur afirmasi, mutasi, prestasi lomba, hingga jalur nilai prestasi akademik yang berlangsung hingga awal Juli. Dengan simulasi tersebut, Dindik Jatim berharap calon murid tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga mampu menyusun strategi memilih sekolah yang sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki. create by Abdul Ghofar