MII – Papua – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ditetapkan sebagai tulang punggung percepatan pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di Tanah Papua. Melalui penyusunan Strategi dan Rencana Kerja Pengembangan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Enam Provinsi Tanah Papua, pemerintah dan pemangku kepentingan berkomitmen mengubah kekayaan alam dan budaya yang melimpah menjadi nilai ekonomi nyata guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. 10 Juni 2026

Demikian disampaikan oleh Sosok Tokoh Papua Yunus Saflembolo, SE, MTP,. selaku penulis dan penggagas dalam kajiannya yang mendalam mengenai “STRATEGI DAN RENCANA KERJA PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BERBASIS POTENSI LOKAL DI ENAM PROVINSI TANAH PAPUA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT.

Wilayah Tanah Papua yang kini terdiri dari enam provinsi, di antaranya Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya memiliki karakteristik dan keunggulan yang beragam, mulai dari hasil laut, pertanian, perkebunan, peternakan, hingga keragaman budaya dan potensi pariwisata kelas dunia. Sayangnya, sebagian besar sumber daya tersebut selama ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya rendah dan perputaran ekonomi di tingkat lokal belum berjalan optimal.

“Pengembangan UMKM berbasis potensi lokal menjadi kunci utama agar pembangunan tidak hanya terpusat pada sektor besar, tetapi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di kampung-kampung. Setiap provinsi memiliki keunggulan yang bisa dioptimalkan, sehingga tidak perlu bersaing satu sama lain, melainkan saling melengkapi untuk membangun rantai ekonomi yang kuat,”

Potensi dan Keunggulan setiap Wilayah pada 6 Provinsi di Tanah Papua sebagai Berikut:

-PROVINSI PAPUA; dengan Potensi Keunggulannya pada sektor Perikanan, Pertanian, Kerajinan dan Pariwisata;
✅Perikanan: Hasil laut seperti ikan tuna, kakap, udang, dan rumput laut dari perairan Teluk Yapen, Waropen, Biak, dan Supiori
✅Pertanian: Padi, jagung, sayuran, dan buah-buahan tropis seperti mangga, rambutan, dan salak.
✅Kerajinan: Anyaman dari rotan dan bambu, ukiran kayu, serta produk kerajinan berbasis budaya lokal.
✅Pariwisata: Pantai, pulau-pulau indah, dan situs budaya yang menarik

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan sektor pengolahan hasil perikanan menjadi produk olahan seperti ikan asap, ikan kaleng, dan abon ikan.
  2. Membentuk kelompok tani untuk produksi dan pengolahan hasil pertanian dengan standar mutu yang baik.
  3. Melatih keterampilan desain dan kemasan produk kerajinan agar lebih menarik pasar.
  4. Memanfaatkan pariwisata sebagai pasar utama untuk produk-produk lokal.

-PROVINSI PAPUA BARAT; dengan Potensi Keunggulannya pada sektor Kehutanan dan Hasil Hutan, Perkebunan, Pariwisata, Perikanan;
✅Kehutanan dan Hasil Hutan: Kayu berkualitas tinggi, getah pinus, dan hasil hutan lainnya.
✅Pertanian Perkebunan: Kelapa sawit, cokelat, kopi, Pala dan karet.
✅Pariwisata: Pegunungan Arfak, pantai indah, dan keanekaragaman hayati yang unik.
✅Perikanan: Perairan Teluk Bintuni dan perairan selat yang kaya akan sumber daya laut.

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Membangun unit pengolahan hasil hutan menjadi produk furniture, kerajinan kayu, dan bahan bangunan
  2. Mendorong pengembangan perkebunan berkelanjutan dengan sistem kemitraan yang jelas.
  3. Mengembangkan usaha jasa dan produk pendukung pariwisata seperti makanan khas, akomodasi sederhana, dan produk suvenir.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil perikanan melalui budidaya yang terkontrol

-PROVINSI PAPUA TENGAH; dengan potensi keunggulannya pada Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Kerajinan;
✅Pertanian: Tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan yang tumbuh subur di dataran rendah dan pegunungan
✅Perkebunan: Kopi, cokelat, kakao, dan kelapa
✅Perikanan: Danau-danau besar dan sungai-sungai yang menghasilkan ikan air tawar berkualitas.
✅Kerajinan: Produk anyaman, tenun, dan kerajinan dari bahan alami lokal.

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Membangun unit pengolahan hasil hutan menjadi produk furniture, kerajinan kayu, dan bahan bangunan.
  2. Mendorong pengembangan perkebunan berkelanjutan dengan sistem kemitraan yang jelas.
  3. Mengembangkan usaha jasa dan produk pendukung pariwisata seperti makanan khas, akomodasi sederhana, dan produk suvenir.
  4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil perikanan melalui budidaya yang terkontrol.

-PROVINSI PAPUA SELATAN; dengan potensi keunggulannya pada Lumbung Pangan, Pertanian, Perkebunan , Peternakan dan Perikanan;
✅Lumbung Pangan: Wilayah terluas yang cocok untuk pertanian pangan dan perkebunan.
✅Pertanian: Padi, jagung, kedelai, kacang-kacangan, dan berbagai jenis sayuran.
✅Perkebunan: Kelapa sawit, tebu, dan tanaman pangan lainnya dalam skala luas.
✅Peternakan: Sapi, kerbau, kambing, dan unggas yang potensial dikembangkan.
✅Perikanan: Muara sungai dan perairan pesisir yang kaya akan hasil laut.

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan usaha pengolahan hasil pertanian pangan menjadi produk olahan seperti beras kemasan, tepung, dan makanan siap saji.
  2. Membangun sentra peternakan dan pengolahan produk ternak seperti daging, susu, dan olahannya.
  3. Mendorong pengembangan perikanan tangkap dan budidaya secara teratur.
  4. Membangun sistem distribusi yang efisien untuk menjangkau pasar yang luas

-PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN; dengan Potensi Keunggulannya pada Pertanian, Perkebunan, Peternakan kerajinan dan Pariwisata;
✅Pertanian: Tanaman pangan pokok seperti ubi jalar, jagung, dan padi ladang serta sayuran dan buah-buahan di dataran tinggi.
✅Perkebunan: Kopi arabika, teh, dan sayuran yang memiliki kualitas tinggi.
✅Peternakan: Babi, sapi, dan unggas yang dipelihara secara tradisional.
✅Kerajinan: Anyaman dari serat alami, ukiran kayu, dan produk kerajinan berbasis budaya lokal yang khas.
✅Pariwisata: Lembah Baliem dan keindahan alam pegunungan yang terkenal.

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pengolahan hasil pertanian menjadi produk makanan ringan, sayuran kering, dan bahan pangan olahan.
  2. Meningkatkan kualitas kopi dan teh melalui teknik budidaya dan pengolahan yang baik.
  3. Mengembangkan usaha pengolahan hasil peternakan dengan standar keamanan pangan.
  4. Membangun galeri UMKM dan pusat promosi untuk memasarkan produk ke berbagai daerah.
  5. Memanfaatkan pariwisata untuk mengembangkan usaha makanan, minuman, dan produk suvenir

-PROVINSI PAPUA BARAT DAYA; dengan potensi keunggulannya pada Perikanan, Pariwisata, Pertanian dan Kerajinan;
✅Perikanan: Perairan Raja Ampat dan sekitarnya yang merupakan pusat keanekaragaman hayati laut.
✅Pariwisata: Raja Ampat yang terkenal tidak hanya skala nasional tetapi Internasional, dengan keindahan pantai, dan keindahan alam bawah laut.
✅Pertanian dan Perkebunan: Tanaman pangan, kelapa, dan hasil perkebunan lainnya.
✅Kerajinan: Produk berbasis laut dan budaya lokal yang unik.

Berdasarkan Potensi dan Keunggulan tersebut, maka Strategi Pengembangan UMKM yang tepat menurut penulis adalah sebagai berikut:

  1. Mengembangkan pengolahan hasil perikanan menjadi produk ekspor seperti ikan beku, kerupuk ikan, dan produk olahan lainnya.
  2. Mendorong pengembangan usaha pariwisata seperti jasa perjalanan, akomodasi, dan produk suvenir.
  3. Membangun sistem pengolahan dan pemasaran produk pertanian yang efisien.
  4. Meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk kerajinan khas daerah.

Lima Pilar Utama Percepatan

Untuk mewujudkan target tersebut, ditetapkan lima strategi utama yang dilaksanakan secara bertahap selama dua sampai tiga tahun:

1. Pemetaan dan Legalisasi Usaha: Pendataan potensi menyeluruh dan layanan perizinan gratis serta mudah diakses.
2. Penguatan Sumber Daya Manusia: Pelatihan keterampilan produksi, standar mutu, manajemen usaha, dan pemasaran bagi ribuan pelaku usaha.
3. Pembangunan Infrastruktur Ekonomi: Pembangunan sentra produksi, unit pengolahan, gudang penyimpanan, serta perbaikan akses transportasi.
4. Akses Pembiayaan: Mempermudah penyaluran modal melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bantuan peralatan produksi.
5. Pemasaran dan Kemitraan: Pembentukan merek khas Papua, sertifikasi mutu, dan perluasan akses pasar hingga tingkat internasional.

Target dan Dampak yang Diharapkan

Program ini direncanakan dengan total anggaran sebesar Rp 110,25 miliar yang bersumber dari APBN, APBD, dan dukungan mitra strategis. Diharapkan dalam dua sampai tiga tahun pelaksanaan dapat dicapai:

  • Peningkatan pendapatan pelaku usaha rata-rata 30–50 persen
  • Penyerapan tenaga kerja baru secara signifikan
  • Penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi
  • Terbentuknya produk unggulan berstandar nasional dan internasional
  • Terwujudnya ketahanan ekonomi daerah yang mandiri dan berkelanjutan

“Ini bukan sekadar program ekonomi, melainkan wujud kehadiran negara untuk membangun Tanah Papua secara adil dan berkeadilan. Dengan memberdayakan potensi yang dimiliki sendiri, masyarakat Papua dapat menjadi aktor utama dalam memajukan daerahnya sendiri. create by wiliam