MII – Jakarta Selatan – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan kembali mengoperasikan fasilitas water mist di Kantor Wali Kota setempat. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk antisipatif menghadapi musim kemarau panjang sekaligus upaya meredam polusi udara, termasuk menekan sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Menurunkan polusi” Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo mengatakan, pengoperasian water mist di lingkungan kantornya diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pemicu gerakan serupa di gedung-gedung milik pemerintah maupun swasta.

“Kami mengimbau seluruh pemilik gedung yang memiliki delapan lantai ke atas di wilayah Jakarta Selatan untuk bersama-sama mengaktifkan alat ini. Selain menurunkan polusi, ini juga memberikan kenyamanan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan agar mendapatkan udara yang lebih sejuk,” ujarnya, Selasa (8/9/26).

Syafrin menjelaskan, untuk memastikan efektivitas penggunaan water mist dalam membantu menekan polusi udara dan suhu panas, Pemkot Jakarta Selatan menetapkan tiga periode pengoperasian setiap hari. Ia merinci, pengoperasian dilakukan pada pagi hari pukul 09.00-11.00 WIB, siang hari pukul 13.00-15.00 WIB, dan sore hari pukul 17.00-19.00 WIB.

“Untuk jangka waktunya sampai kapan, kami terus mengikuti perkembangan informasi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama terkait cuaca dan polutan,” ungkapnya.

Selain pada bangunan tinggi, lanjut Syafrin, penyemprotan water mist juga dilakukan secara bergerak (mobile) dengan menyasar sejumlah ruas jalan publik. Pemkot Jakarta Selatan mengerahkan seluruh armada kendaraan operasional yang dilengkapi fasilitas water mist dari tiga instansi teknis, yakni Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH), Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat), serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan.

“Penyemprotan difokuskan pada kawasan jalan protokol dengan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi. Kehadiran water mist mobile ini diharapkan mampu menekan laju polusi udara di jalanan sekaligus mengurangi hawa panas saat warga beraktivitas,” tandasnya. create by Rahmat Tri Handoko