MII – Surabaya – Kualitas layanan air bersih di sejumlah kawasan Kota Surabaya mengalami gangguan pada Minggu 6 September 2026 pagi. Warga mengeluhkan kondisi air Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Kota Surabaya yang mendadak keruh, berbusa, hingga mengeluarkan aroma tidak sedap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, wilayah yang terdampak gangguan ini tersebar luas di belasan titik. Kawasan tersebut meliputi Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, Simo, Asemrowo, Jambangan, dan Gayungsari. Kondisi ini memicu kekecewaan warga, salah satunya Andi, warga Manukan. Ia mengungkapkan bahwa kendala pasokan air di wilayahnya sebenarnya sudah dirasakan lebih dari sepekan, di mana air hanya mengalir saat tengah malam. “Kalau bayar tidak boleh telat, tetapi fasilitas air seperti itu,” keluh Andi.

Keluhan serupa disampaikan Aries, warga terdampak lainnya. Air yang mengalir ke rumahnya tidak hanya keruh dan berbuih, tetapi juga berbau menyengat mirip bahan kimia. Bau tersebut bahkan masih terasa di badan jika dipakai mandi. “Kalau bayar tidak boleh telat, tetapi fasilitas air seperti itu,” keluh Andi.

Keluhan serupa disampaikan Aries, warga terdampak lainnya. Air yang mengalir ke rumahnya tidak hanya keruh dan berbuih, tetapi juga berbau menyengat mirip bahan kimia. Bau tersebut bahkan masih terasa di badan jika dipakai mandi. “Untung masih punya sumur di rumah. Airnya berbuih, keruh, dan berbau seperti bahan kimia,” tutur Aries.

Ia menambahkan, setelah mengecek ke tetangga sekitar, kondisi serupa ternyata dialami oleh warga lainnya. Sementara itu, Nuria Rahma, warga Asemrowo, menceritakan bahwa pasokan air di kediamannya sempat mati total selama dua hari sebelum akhirnya kembali mengalir. “Kemarin tidak nyala dua hari, sekarang sudah bisa,” kata Nuria.

Menanggapi gelombang keluhan masyarakat tersebut, Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya menyatakan bahwa petugas teknis sedang diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh. Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada, Louis Andilun Gatu, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggan akibat penurunan kualitas air tersebut. “Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya memohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena air yang keruh dan berbusa,” ujar Louis.

Louis menjelaskan, penurunan kualitas air ini disebabkan oleh tingginya tingkat pencemaran pada sumber air baku di Kali Surabaya. Tingkat pencemaran tersebut tercatat telah melebihi ambang batas aman saat masuk ke unit Instalasi Pengolahan Air Minum ( IPAM ).

Guna mengatasi permasalahan ini, tim teknis PDAM Surabaya tengah melakukan penanganan intensif di fasilitas pengolahan utama. “Tim teknis kami terus melakukan pembersihan serta penyesuaian proses pengolahan secara intensif di IPAM Karang Pilang. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan bisa membaik,” jelasnya.

Selain pembersihan internal, pihak Perumda Air Minum Surya Sembada juga berkoordinasi erat dengan pengelola sumber air baku guna menekan tingkat pencemaran di sungai tersebut.“Kami juga berkoordinasi intens dengan Perum Jasa Tirta I sebagai pihak penyedia air baku untuk membantu mengurangi pencemaran Kali Surabaya saat ini,” tambah Louis.

Sebagai langkah darurat untuk membantu masyarakat yang terdampak, PDAM Surabaya menyediakan layanan bantuan pasokan air bersih gratis melalui armada mobil tangki. Masyarakat yang membutuhkan bantuan air tangki atau ingin menyampaikan pengaduan dapat menghubungi Call Center di nomor 08001926666 atau layanan WhatsApp Center di nomor 08123316666. create by Abdul Ghofar