MII – Bogor – Forum Wartawan Bogor Bersatu (FWBB) adakan Diskusi Publik dengan tema “Kriteria Sosok Ideal Pemimpin Kabupaten Bogor 2024-2029”, dengan menghadirkan DR. Drs, Trubus Rahardiansyah, M.S., S.H., M.H., salah satu tokoh Nasional sekaligus pemerhati kebijakan publik, Deolipa Yumara sebagai praktisi hukum, H. Subagiyo, dan tokoh Sejarawan dan kebudayaan TB. AMF. Atma Jaya, bertempat di Rajawali Shooter Akademi, Jl. Bukit Hijau, Sentul, Kabupaten Bogor, Jum’at, 12 Juli 2024.
Dalam diskusi publik tersebut, menurut DR. Trubus Rahardiansyah, secara umum seorang pemimpin harus memiliki 4 kriteria yaitu;
1. Integritas;
Integritas merupakan mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan satu kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran.
Integritas juga merupakan wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara.
Dari perspektif DR. Trubus, salah satu tokoh bangsa yang memiliki integritas tinggi adalah Mohammad Hatta atau yang kita kenal dengan sebutan Bung Hatta.
“Dimana Bung Hatta mampu menyingkirkan egoisnya saat pemimpin pada masanya tidak sepemikiran atau beda pendapat, demi keutuhan bangsa Indonesia, beliau rela mengundurkan diri,” ujar Trubus.
2. Kapabilitas;
Kapabilitas merupakan kemampuan mengekploitasi sumber daya dalam diri maupun organisasi, serta potensi diri untuk menjalankan serangkaian aktivitas.
Untuk tokoh Indonesia yang memiliki kapabilitas (kemampuan) DR. Trubus mencontohkan Franciscus Xaverius Seda atau lebih dikenal dengan Frans Seda.
“Karena kemampuan dan pengabdiannya kepada negara bukan hanya di satu masa, akan tetapi Frans Seda merupakan tokoh di 3 zaman (Orla, Orba, dan Reformasi), dan sangat berpengaruh dalam kemajuan negara kita,” ungkap DR. Trubus.
3. Otoritas;
Otoritas sendiri dalam konteks pemilihan kepala daerah ini harus orang yang memiliki pengaruh, kekuasaan berarti hak untuk memerintah atau menentukan.
4. Caritas;
Caritas merupakan bahasa latin yang berarti cinta kasih yaitu pemimpin yang betul-betul bekerja melayani rakyat.
Untuk tokoh bangsa yang memiliki sifat Caritas ini, DR. Trubus menggambarkan sosok pemimpin D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX.
“Sebagai sosok pemimpin Sri Sultan Hamengkubuwono IX benar-benar dicintai rakyatnya karena pengabdiannya dalam melayani masyarakat,” Kata DR. Trubus Rahardiansyah.
Sebagai Tokoh yang doyan mengkritik pemerintahan, terkait Pilkada 27 November mendatang, DR. Trubus, punya harapan sosok Pemimpin Kabupaten Bogor, mampu memperhatikan Aglomerasi sebagai konsentrasi spasial dari aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan, mengingat sekarang ini Jakarta bukan lagi sebagai ibukota Negara.
“Perlu diketahui saat ini Kabupaten Bogor bukan lagi daerah penyangga ibu kota negara, jadi dibutuhkan sosok pemimpin yang dapat memberi warna baru demi kemajuan wilayahnya. Salah satu cara dengan mengembangkan dan meningkatkan Usaha Mikro, sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja dan mampu memberdayakan masyarakat sekitar tanpa perlu lagi bekerja ke luar daerah,” Jelas DR. Drs. Trubus Rahardiansyah mengakhiri.
Konsentrasi spasial merupakan data yang berhubungan dengan lokasi atau ruang geografis.
Sementara itu Sejarawan dan Budayawan asli putra daerah, TB. AMF. Atma Wijaya atau yang akrab disapa Kang Endoh, lebih mengkritik para calon pemimpin hanya datang ke pelosok saat berkampanye karena ingin mendapatkan suara.
Tetapi para sosok tersebut harus memperhatikan sejarah dan budaya kearifan lokal, juga harus mampu menjaga sumber daya alam kita, terutama sumber air, agar para generasi kita juga kedepannya mampu memanfaatkan dengan baik pula.
“Untuk sosok pemimpin di Kabupaten Bogor, harus mampu dan peduli terhadap masyarakatnya dan juga memanfaatkan sumber daya alam kepada masyarakat, juga bisa meninjau.create vy Lambas Sitompul




