MII – Karang Anyar-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melakukan akselerasi proyek pembangunan infrastruktur jalan. Selepas merampungkan tujuh paket pekerjaan, kini Pemkab melanjutkan proyek pembangunan di 15 ruas jalan senilai total Rp58,53 miliar.
Dimulainya perbaikan jalan itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi pada ruas Colomadu-Kalipati pada Jumat (19/7/2024)
Pj Bupati mengatakan groundbreaking atau peletakan batu pertama ini merupakan salah satu bagian dari 27 paket penanganan jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024. Dimana tujuh paket pekerjaan senilai Rp37,536 miliar sudah rampung dikerjakan.
Tujuh paket pembangunan jalan di Karanganyar ini antara lain Jalan Ngasem-Colomadu, Jalan Klodran-Sawahan, Jalan Kayuapak-Ngaliyan, Jalan Ocak acik- Jati, Jalan Beji-Pojok, Jalan Jumantono-Matesih dan Jalan Jenawi-Seloromo.
“Saat ini sedang berjalan pengerjaannya lima paket kegiatan senilai Rp35,084 miliar. Dan hari ini kita laksanakan groundbreaking 15 paket kegiatan lagi,” kata dia dijumpai Solopos.com di sela-sela Peletakan Batu Pertama di Colomadu pada Jumat.
Timotius mengatakan lima paket pekerjaan yang kini tengah berjalan antara lain ruas Jalan Wonorejo-Plesungan, Jalan Jambangan-Pendem, Jalan Beyan-Plosorejo, Jalan Ngasem-Klerong dan Jalan Matesih-Tawangmangu.
Sementara 15 paket pembangunan jalan yang akan dikerjakan ini dengan nilai total anggaran Rp58,53 miliar. Pengerjaan jalan tersebut tersebar di beberapa ruas jalan sepanjang kurang lebih 52,016 kilometer. Dimana pengerjaan dikerjakan dengan berbagai penanganan sesuai kondisi ruas jalan.
Berikut ini daftar pembangunan 15 ruas jalan akan dikerjakan Pemkab Karanganyar antara lain:
1. Jalan Colomadu-Kalipati senilai Rp2,99 miliar
2. Jalan Tohudan-Gedongan senilai Rp2,57 miliar
3. Jalan Kranggan-Tangkilan senilai Rp4,14 miliar
4. Jalan Gaum-Gedong senilai Rp5,78 miliar
5. Jalan Domas-Jatikurung senilai Rp1,79 miliar
6. Jalan Dayu-Pandananom senilai Rp1,87 miliar
7. Jalan Pandananom-Dukuh senilai Rp3,81 miliar
8. Jalan Kuto-Ngargoyoso senilai Rp6,52 miliar
9. Jalan Keprabon-Ngadirejo senilai Rp6,97 miliar
11. Jalan Karang-Berjo senilai Rp4,8 miliar
12. Jalan Tugu-Kebak senilai Rp4,37 miliar
13. Jalan Garut-Jatiharjo senilai Rp3,03 miliar
14. Jalan Karangsari-Pringombo senilai Rp4,63 miliar
15. Jalan Jumantoro-Gudanglawas senilai Rp3,05 miliar
Timotius berharap pembangunan jalan dikerjakan tepat waktu dan tepat mutu. Dia meminta kontraktor pelaksana proyek segera melaksanakan pekerjaannya. Pemkab pun menyampikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama dalam pelaksanaan perbaikan jalan menghambat arus lalu lintas yang ada.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Karanganyar Asihno Purwadi menyampaikan proyek pekerjaaan 15 paket kegiatan pembangunan jalan dikerjakan selama 90 hingga 120 hari kalender. Sehingga diharapkan seluruh paket pekerjaan selesai di awal November mendatang.
Terkait dengan proyek pembangunan jalan Colomadu-Kalipati, Asihno mengatakan, menjadi skala prioritas utama dalam penanganan kerusakan jalan. Kerusakan jalan yang terjadi tentu sangat mengganggu mobilitas masyarakat pengguna jalan tersebut. Bahkan menjadi atensi dan keluhan yang banyak masuk ke Pemkab Karanganyar.
Menurutnya, pengerjaan ruas Colomadu-Kalipati dikerjakan sepanjang 1,040 kilometer dengan lebar 9-12 meter. Pengerjaan tersebut terbagi sepanjang 115 meter dikerjakan dengan struktur beton atau rigid dan 925 meter menggunakan perkerasan lataston aspal setebal 4 sentimeter.
Proyek tersebut akan dikerjakan CV Jasem Makmur Abadi dari Sukoharjo. Mengingat padatnya lalu lintas di ruas jalan ini, dia mengatakan, perlu dilakukan rekayasa lalu lintas menjadi satu arah dan satu lajur pada saat pengerjaan konstruksi beton.
“Untuk itu kami memohon maaf atas ketidaknyamanan serta gangguan perjalanan selama proses pengerjaan,” katanya.
Selain pekerjaan perbaikan jalan, DPUPR juga melaksanakan 19 paket kegiatan sistem penyediaan air minum (SPAM) senilai Rp10,93 miliar dan delapan paket sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat atau setempat (SPALD T/S) senilai Rp3,9 miliar.
Proyek itu sudah berkontrak dan terlaksana perjanjian kerjasama dimulainya pembangunan. “Tahun ini di bidang Sumber Daya Air juga melaksanakan tiga paket proyek irigasi dari DAK 2024,” katanya.
Tiga paket irigasi dikerjakan masing-masing jaringan irigasi di Banjaransari, Kebakkramat, senilai Rp1,733 miliar; di Sitempur, Jumantono senilai Rp1,178 miliar dan di Kedungmanggis, Mojogedang, senilai Rp835 juta.create by Dony Maryono




