MII – Depok – Kapolres Metro Depok Kombes (Pol) Arya Perdana mengatakan, polisi menemukan catatan berisi curahan hati (curhat) soal kesusahan mencari kerja pada ponsel HAM (23), pria yang tewas di kontrakannya di Pondok Cina, Kota Depok. “Karena dilihat dari apa namanya, handphone, curhat-curhatannya belum dapat pekerjaan,” ucap Kombes (Pol) Arya Perdana saat dikonfirmasi wartawan,Jumat (23/8/2024).

Sebagian besar keluhannya mengenai susahnya ia bertahan hidup karena tak kunjung mendapat pekerjaan. “Yaitu keluhannya, keluhan karena dia hidupnya susah, terus belum dapat kerja. Apalagi itu, ada tulisan dalam bahasa Inggris yang patah semangat atau motivasi,” ungka Arya. Hal itu sesuai dengan beberapa pernyataan para saksi yang telah diperiksa polisi.

“Dan cerita dari saksi-saksi yang lain, memang kuat diduga bahwa mayat yang ditemukan ini bunuh diri,” ujar Arya. Saat pertama kali ditemukan, HAM tergeletak bersimbah darah dengan luka di lehernya sambil memegang sebuah pisau di tangannya. “Dan ada sebuah pisau yang digenggam oleh mayat,” imbuh dia. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Lukanya satu ya, di bagian leher saja. Kan kalau hasil otopsi nanti dokter yang jelaskan, tapi kalau sekilas kita lihat pada saat itu memang ada tusukan di leher,” jelas Arya. Sebagai informasi, penemuan jasad HAM bermula ketika saksi PE (34) menerima kabar dari kakak korban bahwa adiknya sudah beberapa hari tidak bisa dihubungi. PE kemudian menghubungi saksi VE (41). Mereka bersama-sama menuju rumah kontrakan HAM. Di depan kontrakan, mereka bertemu dengan saksi MD (24) dan ketiganya memasuki rumah tersebut. “Pada saat masuk kontrakan korban, di lantai satu dalam keadaan normal, tidak ada kejanggalan dan korban tidak ditemukan,” ujar Kapolsek Beji Kompol Jupriono, Senin (19/8/2024).

Setelah itu, mereka naik ke lantai dua untuk mencari keberadaan HAM. Di lantai dua, MD menemukan ceceran darah di depan pintu salah satu kamar.create by Raju