MII – Bogor – Berdasarkan instruksi dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam menangani atau menindak berbagai bangunan yang diduga melanggar di kawasan Puncak Bogor.

Beberapa pengusaha cafe di Puncak Bogor akhirnya bersedia membongkar bangunannya sendiri dengan tujuan mematuhi aturan yang ada.

Hal tersebut dikarenakan keberadaan bangunan wisata yang ada di hulu daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung itu dituding jadi penyebab banyaknya terjadi bencana banjir beberapa waktu yang lalu.

Dimana akibat kejadian itu, terdapat 33 unit usaha kerja sama operasi (KSO) di atas lahan milik PTPN I Regional 2 yang dijatuhi sanksi oleh KLH.

PT BAP yang berlokasi di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, telah melaksanakan sanksi administratif yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Perusahaan yang fokus pada pelestarian lingkungan dan kegiatan penanaman bibit pohon ini melakukan pembongkaran secara sukarela terhadap bangunan Cafe Edukasi dan Pemantauan Penanaman yang berada di kawasan Puncak Ajip.

Direktur Utama PT BAP, Sandi Adam, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan wujud ketaatan terhadap keputusan yang dikeluarkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, sekaligus komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pembongkaran mandiri ini menjadi bukti bahwa kami tunduk pada keputusan menteri dan tetap berkomitmen terhadap pelestarian alam,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan kafe tersebut sejatinya ditujukan untuk menarik minat generasi muda agar lebih peduli terhadap kegiatan penanaman pohon.

Hal ini didukung dengan adanya ribuan bibit pohon yang tersedia di sekitar lokasi, yang dapat dibawa pulang secara gratis oleh para pengunjung.

Di dalam kafe juga dipasang sebuah banner yang menampilkan visi dan misi kawasan Puncak Ajip sebagai destinasi yang berorientasi pada kepedulian lingkungan.

“Itu sebenarnya menjadi pemicu utama bagaimana kami mencoba menyentuh kalangan muda untuk terlibat dalam kampanye kesadaran lingkungan,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa luas bangunan yang dimanfaatkan untuk mendirikan kafe hanya sekitar 258 meter persegi dari total lahan seluas 11,26 hektare yang dikelola oleh perusahaannya. create by Gunawan Suhendar