MII – Jakarta – Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional. Pemerintah melalui perwakilan industrinya resmi menjajaki kerja sama dengan Ukraina di bidang teknologi militer. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Minutes of Meeting ( MoM ) antara perusahaan Indonesia, PT EGI Resources, dengan perusahaan pertahanan negara Ukraina, Ukrspecexport, pada 22 Januari 2026.

“Penandatanganan Minutes of Meeting ( MoM ) antara PT EGI Resources dan Ukrspecexport pada 22 Januari 2026, menjadi langkah awal yang penting dalam penjajakan kerja sama di bidang industri pertahanan dan teknologi strategis antara Indonesia dan Ukraina,” dikutip dari akun resmi X @kbri_kyiv, Selasa (27/1/26).

Langkah ini merefleksikan kesepahaman awal kedua pihak. Mereka sepakat untuk melanjutkan pembahasan ke tingkat teknis serta mengembangkan potensi kolaborasi di sektor strategis. Tujuannya jelas, yakni berkontribusi pada penguatan kapasitas industri dalam negeri Indonesia.

“Kehadiran Dubes RI untuk Ukraina, Arief Muhammad Basalamah, menjadi bukti dukungan diplomasi ekonomi Indonesia dalam mendorong kemitraan internasional di sektor pertahanan yang berorientasi pada kepentingan nasional dan keberlanjutan industri,” tambah keterangan KBRI Kyiv.

Mengenal Ukrspecexport, Mitra kerja sama Indonesia kali ini memiliki rekam jejak panjang. Ukrspecexport adalah perusahaan milik negara Ukraina yang bergerak khusus di bidang ekspor dan impor produk serta jasa militer.

Perusahaan ini bernaung di bawah konglomerasi pertahanan negara Ukraina ( Ukroboronprom ). Ukrspecexport menangani perdagangan berbagai jenis alutsista dan teknologi strategis, mulai dari kendaraan tempur lapis baja, pesawat terbang, teknologi perkapalan, sistem radar, hingga amunisi dan persenjataan canggih lainnya.

Kolaborasi dengan raksasa teknologi militer Ukraina ini diharapkan dapat membuka akses Indonesia terhadap teknologi strategis yang dibutuhkan untuk modernisasi pertahanan. create by Yulianto