MII – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa tingkat kejadian keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) berada pada angka yang sangat kecil. Berdasarkan data yang ia sampaikan, persentase kasus keracunan hanya mencapai 0,007 persen dari total makanan yang telah didistribusikan. Menurut Presiden Prabowo Subianto, angka tersebut tidak sebanding dengan skala pelaksanaan program yang telah menjangkau miliaran porsi makanan di berbagai daerah di Indonesia.

“Artinya 99,99 persen upaya Makan Bergizi Gratis ini harus dinyatakan berhasil,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam forum Rakornas yang digelar di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 2 Februari 2026.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung berbagai kritik yang diarahkan kepada program MBG. Ia menilai, sebagian kritik tidak lepas dari kepentingan politik yang menjadikan program tersebut sebagai sasaran serangan. “Program sebesar ini pasti ada yang menyerang. Kadang kritik itu bukan murni soal pelaksanaan, tapi ada muatan politik,” ungkapnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan demi memastikan kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya anak – anak dan kelompok rentan.

Di sisi lain, Presiden mengungkapkan bahwa program MBG justru menarik perhatian dunia internasional. Ia menyebut sejumlah pihak luar negeri tengah mempelajari konsep dan pelaksanaan program tersebut di Indonesia. “Bahkan para ahli dari Gedung Putih juga sedang mempelajari program ini,” kata Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, perhatian internasional tersebut menjadi bukti bahwa MBG dipandang sebagai terobosan kebijakan sosial yang patut diperhitungkan. Prabowo berharap program ini dapat terus disempurnakan dan menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. create by Gunawan Suhendar