MII – Depok – Metode pemilihan Ketua OSIS di SMPN 31 Depok tahun ini tampil berbeda dengan mengandalkan teknologi. Sekolah tersebut menggelar pemilihan berbasis E – Voting dengan memanfaatkan perangkat chromebook dan smartboard sebagai sarana utama.

Dengan mengusung tema “Paperless Today, Sustainable Tomorrow”, seluruh proses pemungutan suara dilakukan secara digital tanpa menggunakan kertas. Setiap siswa memberikan hak pilihnya melalui chromebook yang telah disiapkan, sehingga proses berlangsung lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan.

Pembina OSIS SMPN 31 Depok, Anita Rohani, menjelaskan bahwa pemanfaatan perangkat ini merupakan bentuk optimalisasi bantuan pemerintah yang telah diterima sekolah. “Kami memanfaatkan chromebook dan smartboard yang ada. Daripada tidak digunakan, lebih baik dimaksimalkan untuk kegiatan seperti pemilihan OSIS ini,” ujar dia, Selasa (7/4/26).

Ia menambahkan, chromebook tidak hanya digunakan untuk proses pemungutan suara, tetapi juga terintegrasi dengan sistem yang menampilkan hasil perolehan suara secara langsung. Sementara itu, smartboard difungsikan untuk menayangkan real count, sehingga seluruh warga sekolah dapat memantau hasil pemilihan secara transparan dan terbuka.

Menurut dia, metode ini menjadi pengalaman baru bagi siswa. Sebanyak 853 siswa terlibat sebagai pemilih dan dapat menggunakan sistem E – Voting dengan mudah tanpa kendala berarti. Antusiasme tinggi terlihat dari kelancaran proses serta kecepatan dalam penghitungan suara. “Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan teknologi ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa dalam mengenal sistem demokrasi digital yang transparan dan akuntabel,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala SMPN 31 Depok, Ujang Hasan, menyampaikan bahwa penerapan metode ini merupakan bagian dari adaptasi sekolah terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan. “Pemanfaatan chromebook dan smartboard dalam pemilihan OSIS ini menjadi langkah nyata transformasi digital di sekolah. Siswa tidak hanya belajar demokrasi, tetapi juga langsung praktik menggunakan teknologi secara bijak dan produktif,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa konsep paperless yang diterapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa. “Melalui inovasi ini, kami menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan tidak hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dapat diterapkan dalam kegiatan organisasi siswa secara efektif dan moderen,” tutur dia. create by Raju