MII – Bogor – Berdasarkan data terbaru hingga April 2026, Dinkes Kota Bogor mencatat ada 2.970 jumlah kasus HIV AIDS di Kota Bogor. Dari catatan tersebut, orang dengan HIV masih hidup dan menjalani pengobatan di Kota Bogor.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bogor, Bai Kusnadi, dalam acara talk bertema “Rehabilitasi Perilaku Seksual: Menyelami Akar Masalah, Terapi Pornografi, dan Terapi Gestalt Profetik” di Masjid Ibn Khaldun Bogor, Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Bai, hingga saat ini jumlah kasus baru HIV di Kota Bogor mencapai 399 kasus, sementara kasus AIDS tercatat sebanyak 134 kasus. Dari jumlah tersebut, mayoritas penderita adalah laki-laki, yakni 82 persen, sedangkan perempuan 18 persen.
“Kalau dilihat berdasarkan kelompok umur, sebaran kasus HIV saat ini didominasi usia produktif 15 hingga 49 tahun, namun yang perlu menjadi perhatian, kasus pada usia di bawah 15 tahun juga sudah ditemukan,” katanya.
Lebih lanjut, Bai mengungkapkan bahwa hingga April 2026, telah ditemukan 142 kasus HIV baru. Berdasarkan kelompok populasi kunci, penemuan kasus tertinggi berasal dari kelompok LSL ( Lelaki Seks Lelaki ) atau gay.
“Kelompok LSL menjadi yang tertinggi, mencapai 208 kasus atau sekitar 52 persen dari total kasus baru yang ditemukan pada tahun 2025. Ini tentu menjadi perhatian serius kita bersama,” tegasnya.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian HIV tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan semata, tetapi membutuhkan pendekatan yang lebih luas, mencakup aspek sosial, psikologis, spiritual, dan edukatif secara menyeluruh.
Dinkes Kota Bogor, lanjut Bai, terus melakukan berbagai langkah pencegahan melalui edukasi kesehatan reproduksi, promosi perilaku hidup sehat, screening tes HIV, pemberian terapi antiretroviral (ARV), serta pendampingan oleh tenaga kesehatan dan komunitas.
Selain itu, pihaknya juga terus mendorong agar masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat mengakses pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin.
Atas nama Dinas Kesehatan Kota Bogor, pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Ibn Khaldun Bogor dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Upaya edukasi, terapi, dan penguatan nilai-nilai spiritual seperti ini sangat penting untuk menjaga generasi muda dari berbagai perilaku berisiko.
“Kegiatan seperti talk show ini sangat penting sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif melalui pendidikan karakter, penguatan moral, kesehatan mental, dan nilai-nilai keagamaan. Kami berharap masyarakat yang menghadapi perilaku berisiko dapat memperoleh dukungan yang tepat, menjalani terapi dengan baik, patuh dalam pengobatan, dan mencegah risiko penularan HIV,” ujarnya.
Bai juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat dalam mencetak generasi yang unggul, sehat, berakhlak, dan berdaya saing. create by Gunawan Suhendar




