MII – Bogor – PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) berencana menutup permanen 15 perlintasan liar di wilayah Bogor dalam waktu dekat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengurangi risiko kecelakaan di titik – titik perlintasan ilegal yang selama ini masih digunakan masyarakat.
KAI menilai sebagian besar perlintasan liar tersebut sangat berbahaya karena tidak dilengkapi palang pintu, penjaga, maupun sistem pengamanan standar. “Penutupan dilakukan demi keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan,” ujar pihak KAI. Jumat 22 mei 2026
Berikut daftar 15 titik perlintasan liar di Bogor yang ditargetkan akan ditutup permanen :
- KM 48+2/3 lintas Cilebut–Bogor, Kampung Pledang
- KM 49+512 lintas Cilebut–Bogor, Gang Blok Asem
- KM 51+7/8 lintas Nambo–Badak, Jalan Klapa Nunggal
- KM 50+2/3 lintas Cilejit–Daru, Desa Mekarsari
- KM 53+285 lintas Daru–Tenjo, Raya Cilaku
- KM 46+172 lintas Bojonggede–Cilebut, Sipatahuanan
- KM 42+265 lintas Citayam–Bojonggede, kawasan Dodol
- KM 56+202 lintas Tenjo–Tigaraksa, Kampung Sukalikat
- KM 45+254 lintas Bojonggede–Cilebut
- KM 41+550 lintas Citayam–Bojonggede, Gang Paseban
- KM 49+178 lintas Cilejit–Daru, Kampung Lame
- KM 50+164 lintas Cilebut–Bogor, Tugu Wates
- KM 49+296 lintas Cilebut–Bogor, Gang Mesjid
- KM 40+490 lintas Citayam–Bojonggede, Gang Jamal
- KM 16+269 lintas Maseng–Cigombong, kawasan Slawi
KAI menyebut keberadaan perlintasan liar menjadi salah satu penyebab tingginya potensi kecelakaan karena banyak warga melintas tanpa sistem pengamanan memadai, sementara frekuensi perjalanan kereta terus meningkat setiap tahun. Meski demikian, rencana penutupan ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat sekitar rel. Banyak warga mengaku akses harian mereka akan menjadi lebih jauh dan sulit jika perlintasan tersebut benar-benar ditutup permanen.
Beberapa warga berharap pemerintah dan KAI turut menyiapkan solusi alternatif seperti pembangunan jalan penghubung, underpass, atau akses resmi yang lebih aman agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Kalau ditutup total, warga harus muter jauh. Semoga ada solusi akses pengganti,” ujar salah satu warga sekitar perlintasan. Penutupan perlintasan liar sendiri menjadi bagian dari program nasional peningkatan keselamatan perkeretaapian yang terus didorong pemerintah di berbagai daerah. cretae by Gunawan Suhendar




