MII – Jakarta Selatan – Mendekati momen perayaan Idul Adha, pernah nggak kepikiran kalau daging kurban yang kita terima itu nggak cuma harus halal, tapi juga wajib aman dari virus dan prosesnya ramah lingkungan? Yup, buat memastikan vibes ibadah kurban tahun ini tetap asyik, aman, dan berkah, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian ( Sudin KPKP ) Jakarta Selatan sudah mulai tancap gas mengambil langkah preventif yang proaktif.
Baru-baru ini, tepatnya pada Jumat lalu, Sudin KPKP Jaksel menggelar kegiatan sosialisasi kece berskala besar yang membahas tuntas tata cara pemotongan hewan kurban yang halal, tayib, dan pastinya eco – friendly.
Acara yang digelar secara hybrid ini sukses mengumpulkan 200 peserta dari berbagai kalangan penting, mulai dari Dewan Masjid Indonesia ( DMI ), panitia pemotongan hewan kurban, masyarakat umum, hingga para petugas kesehatan hewan dan pemeriksa daging kurban.
Buat kamu yang rajin scroll berita, pasti tahu kalau belakangan ini isu kesehatan hewan ternak lagi jadi sorotan tajam di berbagai daerah. Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menjelaskan secara detail bahwa sosialisasi ini ibarat guideline atau buku panduan wajib buat para panitia kurban di lapangan.
Tujuannya, memastikan seluruh proses penyembelihan tetap on track dengan syariat Islam dan secara bersamaan lolos standar kesehatan medis yang ketat. “Target dari kegiatan ini adalah pihak-pihak yang bakal turun langsung mengeksekusi pemotongan hewan kurban nanti, seperti teman – teman DMI, panitia kurban, masyarakat sekitar, dan pastinya para petugas pemeriksa kesehatan hewan,” ungkap Ridho.
Nggak main-main, acara ini juga menjadi amunisi utama Pemkot Jaksel untuk menekan risiko penyebaran penyakit zoonosis, alias penyakit yang berpotensi menular dari hewan ke manusia.
Ridho juga me-spill kalau kewaspadaan ini penting banget buat menangkal berbagai jenis penyakit hewan ternak yang lagi lumayan trending belakangan ini. Sebut saja Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat bikin heboh, Lumpy Skin Disease ( LSD ) yang merusak kulit hewan, sampai ancaman mematikan dari antraks.
Serunya lagi, acara ini nggak cuma sekadar panggung teori dan bagi – bagi ilmu dari narasumber ahli. Sebagai bentuk dukungan dan aksi nyata, Sudin KPKP Jaksel juga memberikan support fisik secara langsung dengan menyerahkan bantuan operasional berupa 50 set pisau potong khusus dan 50 paket terpal buat para panitia kurban.
Terpal ini nantinya sangat berguna sebagai alas higienis saat proses pencacahan, sehingga daging kurban murni tidak terkontaminasi bakteri atau kotoran dari tanah. Di sisi lain, Sekretaris Kota ( Sekko ) Jakarta Selatan, Mukhlisin, yang ikut hadir memantau jalannya acara, juga mengingatkan soal pentingnya komitmen bersama.
Ia menegaskan bahwa setiap tempat pemotongan hewan kurban dadakan di area permukiman warga wajib banget memenuhi syarat teknis dasar. Tujuannya, biar kualitas daging yang dihasilkan masuk kriteria ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
“Lewat sosialisasi ini, panitia kurban diharapkan makin paham SOP pemotongan yang halal dan cara mengolah dagingnya dengan benar. Jadi, daging kurban yang nanti sampai ke tangan para mustahik ( penerima ) tetap dalam kondisi sehat, berkualitas tinggi, tayib, dan yang paling penting, tidak menghasilkan tumpukan sampah dari packaging atau kemasan yang digunakan,” tegas Mukhlisin.
Nah, statement Mukhlisin ini juga relate dan sejalan dengan Instruksi Gubernur ( Ingub ) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah di Sumber. Artinya, panitia kurban zaman now nggak cuma dituntut buat menyembelih sapi atau kambing yang sehat, tapi juga harus memikirkan after-effect limbahnya ke ekosistem lingkungan.
Mengganti kantong kresek plastik sekali pakai dengan wadah alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti besek bambu atau daun pisang bisa jadi solusi cerdas yang gampang diterapin.
Gimana menurutmu? Langkah taktis Pemkot Jaksel ini sukses membuktikan kalau urusan manajemen kurban di ibu kota sekarang emang udah naik level dan makin modern. So, buat kamu yang mungkin tahun ini diajak turun tangan jadi panitia kurban di masjid sekitar rumah, make sure kamu ikut nerapin ilmu penting ini ya! Biar ibadahnya makin maksimal, dagingnya terjamin sehat, dan bumi kita juga ikut seneng! create by Rahmad Tri Handoko




