MII – Sukabumi – Aksi unjuk rasa bertajuk 2.6.26 yang digelar di Gedung DPRD Kota Sukabumi, Senin (2/6/26), diwarnai dengan aksi vandalisme. Sejumlah coretan bernada kritik terlihat menghiasi dinding luar hingga area dalam gedung sebagai bentuk ekspresi kekecewaan massa aksi.

Pantauan di lokasi menunjukkan tulisan seperti “Dewan Molor Wae” dan “Dewan Kamana? Teu Pro Masyarakat” terpampang di beberapa titik. Coretan tersebut menyoroti sikap DPRD yang dinilai belum maksimal dalam merespons tuntutan demonstran.

Aksi ini diduga dipicu oleh kekecewaan massa terhadap absennya sebagian anggota DPRD saat demonstrasi berlangsung. Selain itu, para demonstran juga menyoroti belum seluruh anggota legislatif memberikan dukungan terhadap usulan hak angket yang sebelumnya didorong sebagai tuntutan utama aksi.

Di tengah demonstrasi, tujuh anggota DPRD dari tiga fraksi, yakni PKB, PKS, dan PPP, diketahui telah menandatangani dukungan terhadap pengajuan hak angket. Namun langkah tersebut dianggap belum cukup oleh massa yang menginginkan dukungan lebih luas dari seluruh anggota dewan.

Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKB, Agus Samsul, membenarkan adanya aksi vandalisme di lingkungan gedung dewan. Namun ia enggan memberikan komentar lebih jauh. “No comment dulu. Situasinya masih panas, kami juga masih menunggu rekan-rekan dari fraksi lain yang tidak hadir,” ujarnya kepada wartawan 3 Juni 2026.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi PPP, Muchendra, menyatakan tidak ingin berspekulasi terkait aksi corat-coret tersebut. “Saya tidak bisa berkomentar banyak terkait aksi corat-coret itu. Teman-teman media juga bisa melihat sendiri bagaimana situasinya,” katanya.

Meski demikian, Muchendra membenarkan bahwa salah satu tuntutan utama demonstran adalah mendorong DPRD menggunakan hak angket terhadap kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi. “Memang tadi ada tuntutan dari para demonstran agar DPRD menggulirkan hak angket. Dan yang sudah menandatangani dukungan saat ini ada tiga fraksi,” jelasnya.

Hingga aksi berakhir, coretan masih terlihat di area Gedung DPRD Kota Sukabumi. Belum ada keputusan resmi terkait langkah yang akan diambil DPRD maupun Sekretariat DPRD mengenai aksi vandalisme tersebut. Pihak dewan menyatakan akan terlebih dahulu melakukan komunikasi internal dan berkoordinasi dengan seluruh fraksi sebelum menentukan tindak lanjut. create by Muhamad Ridwan