MII – Gresik – Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) Grsik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( KBPPPA ) melatih 160 Perempuan melalui Program Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak ( Bunda Puspa ) Tahun 2026 guna memperkuat ekonomi keluarga, Rabu 1 Juli 2026.
Program tersebut akan berlangsung selama enam hingga delapan bulan dengan rangkaian pembelajaran, pelatihan, dan pendampingan usaha. Wakil Ketua TP PKK Gresik dr Shinta Puspitasari mengatakan, Program Bunda Puspa bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
“Harapan kami memang Bunda Puspa ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama bagi warga miskin,” ujarnya. Sejak diluncurkan pada 2022, Program Bunda Puspa menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan taraf ekonomi dan kualitas kehidupan keluarga melalui pemberdayaan perempuan.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Program Bunda Puspa 2026 tidak hanya diperuntukkan bagi perempuan yang telah memiliki usaha, tetapi juga membuka kesempatan bagi perempuan yang ingin memulai usaha. “Asalkan diiringi dengan komitmen yang kuat dalam merintis usaha dan betul-betul serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” kata dr. Shinta.
Sebanyak 160 peserta berasal dari Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Driyorejo, Dukun, Kebomas, Kedamean, Ujungpangkah, dan Wringinanom. Peserta diprioritaskan bagi perempuan yang belum pernah menerima bantuan serupa dan belum tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional ( DTSEN ).
Seluruh peserta didata melalui aplikasi Gresik Soya milik Dinas Sosial Kabupaten Gresik agar program menjangkau masyarakat yang belum tersentuh bantuan pemerintah pusat. Selama mengikuti program, peserta memperoleh materi mengenai konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, kewirausahaan responsif gender, perempuan dan pembangunan desa, serta penguatan kelompok.
Peserta juga mengikuti pelatihan kewirausahaan sesuai bidang usaha masing-masing sebelum mendapatkan pendampingan pengembangan usaha. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Gresik memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha ( NIB ), izin Pangan Industri Rumah Tangga ( PIRT ), sertifikat halal, pendampingan desain produk, hingga bantuan peralatan atau bahan usaha. Kepala Dinas KBPPPA Gresik Titik Ernawati mengatakan Program Bunda Puspa merupakan bagian dari Program Nawa Karsa Bupati dan Wakil Bupati Gresik, yakni Gresik Seger ( Sehat, Bahagia, dan Berdikari ).
“Bunda Puspa ini adalah bagian program Nawa Karsa Bupati-Wakil Bupati Gresik yakni Gresik Seger (Sehat, Bahagia, dan Berdikari). Melalui program ini, peserta akan dilatih sesuai minat masing-masing, juga dibantu proses perizinan usaha, serta bantuan peralatan atau bahan pelatihan,” tuturnya. Berbagai usaha telah berkembang melalui Program Bunda Puspa, mulai dari produksi roti dan kue, aneka makanan, jasa katering, hingga usaha jahit.
Ke depan, pengembangan usaha peserta akan diperluas melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan agar mampu naik kelas. Salah seorang peserta asal Kecamatan Ujungpangkah, Mamlu’atur Rohmah, berharap program tersebut dapat membantu perempuan meningkatkan perekonomian keluarga. “Semoga dengan Bunda Puspa ini para perempuan bisa memperkuat perekonomian keluarga,” ujarnya. create by Abdul Ghofar




