MII – Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai menjalankan uji coba layanan bus sebagai langkah menghidupkan kembali transportasi publik sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum untuk mobilitas sehari – hari. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandar Lampung menghadirkan layanan transportasi massal yang lebih nyaman, terjangkau, dan mampu menjangkau kebutuhan perjalanan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan ( Dishub ) Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan pengembangan transportasi publik dilakukan atas arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang sebelumnya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan ( Kemenhub ) terkait peluang mendapatkan program Buy The Service ( BTS ).

Program BTS merupakan skema dukungan pemerintah pusat dalam penyelenggaraan transportasi publik dengan konsep pembelian layanan angkutan kepada operator. Melalui program tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menyediakan layanan bus yang lebih terencana, memiliki standar pelayanan, serta meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi umum.

Socrat menjelaskan, Wali Kota Bandar Lampung telah menemui pihak Kementerian Perhubungan dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada tahun lalu untuk mengusulkan agar Bandar Lampung menjadi salah satu daerah penerima program BTS. “Harapannya, melalui program BTS dari pemerintah pusat, operasional transportasi publik di Bandar Lampung bisa mendapat dukungan sehingga pelaksanaannya dapat mulai terealisasi pada tahun 2027,” kata Socrat, Kamis (30/7/26).

Selain menunggu dukungan pemerintah pusat, Pemkot Bandar Lampung juga membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha swasta untuk ikut menyediakan armada transportasi umum.

Saat ini, layanan perintis bus dengan rute Institut Teknologi Sumatera ( Itera ) menuju Jalan Ahmad Yani telah mulai beroperasi dengan tiga unit armada. Rute tersebut menjadi langkah awal pemerintah dalam menguji kebutuhan dan minat masyarakat terhadap layanan bus perkotaan. Dishub Bandar Lampung akan melakukan evaluasi terhadap pengoperasian rute tersebut, termasuk menyesuaikan layanan dengan perkembangan kawasan dan kebutuhan penumpang. Jumlah armada juga berpotensi ditambah apabila kebutuhan masyarakat meningkat.

Di sisi lain, Dishub masih mempertahankan trayek angkutan umum yang sudah berjalan. Namun, seluruh rute akan dievaluasi secara berkala agar tetap sesuai dengan kondisi lapangan. “Kalau nanti ada rute yang sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan atau kebutuhan masyarakat, tentu akan kami evaluasi dan disesuaikan,” ujar Socrat.

Terkait tarif, Socrat memastikan besaran biaya perjalanan akan mengikuti kebijakan yang berlaku. Saat ini, fokus pemerintah adalah memastikan layanan transportasi publik dapat berjalan dan kembali menjadi pilihan masyarakat. Pemkot Bandar Lampung berharap pengembangan layanan bus dan rencana dukungan program BTS dapat memperkuat sistem transportasi perkotaan, mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi, serta meningkatkan kualitas mobilitas warga di ibu kota Provinsi Lampung. create by Fadly Muhar