MII – Jakarta Selatan – Pemerintah Kota Jakarta Selatan menegaskan pentingnya peran Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dalam merespons berbagai isu aktual di masyarakat, terutama terkait ketahanan keluarga, pangan, dan ekonomi.

“Menyusun gerakan nyata”
Sekretaris Kota Jakarta Selatan, Mukhlisin mengatakan, pertemuan rutin (Pertin) TP PKK harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk menyamakan langkah sekaligus menyusun gerakan nyata dalam menjawab berbagai tantangan di wilayah.

“Kegiatan Pertin ini bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum untuk menyamakan langkah dan menyusun gerakan nyata dalam menjawab isu-isu aktual yang sedang berkembang di wilayah,” ujar Mukhlisin saat menghadiri Pertin TP PKK Jakarta Selatan di Ruang Gelatik Utama, Kantor Wali Kota setempat, Senin (26/10).

Mukhlisin menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika perubahan lingkungan dan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Ia menginginkan penggalakan kembali Gerakan HATINYA (Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) PKK, serta gerakan menanam di pekarangan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Saya juga meminta kader PKK untuk memberikan perhatian khusus pada pendampingan ekonomi keluarga di tengah keluhan masyarakat terkait harga kebutuhan pokok,” ucapnya.

Menurutnya, 10 program pokok PKK merupakan jawaban terhadap berbagai isu besar yang berkembang di masyarakat. Program tersebut mencakup penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga kelestarian lingkungan.

Ia menuturkan, PKK harus mampu berperan lebih dari sekadar pelaksana program pemerintah, tetapi juga menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui kader-kadernya.

“Saya tidak ingin PKK hanya menjadi pelaksana program, tapi menjadi agen perubahan perilaku. Satu kader Dasawisma menggerakkan 10 sampai 20 kepala keluarga. Jika itu berjalan, tidak ada program pemerintah yang gagal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Azizah Syafrin mengapresiasi keberhasilan program pertanian perkotaan (urban farming) yang sudah menghasilkan panen bawang merah.

“Di tengah kota metropolitan seperti Jakarta Selatan, kita bisa panen bawang merah. Hari ini kader PKK, pengelola RPTRA, dan penggiat urban farming bisa membuktikan dari lahan sempit, polybag, pekarangan RPTRA, dan HATINYA PKK, kita berhasil panen bawang merah,” bebernya.

Azizah menambahkan, keberhasilan panen bawang merah bukan sekadar hasil pertanian, melainkan simbol kemandirian dan ketahanan pangan keluarga dalam mengantisipasi gejolak harga pasar serta ancaman inflasi.

“Program ini sejalan dengan Program Pokja III TP PKK yang berfokus pada pangan dan sandang,” imbuhnya.

Selain penguatan ketahanan pangan, lanjut Azizah, TP PKK Jakarta Selatan juga berupaya meningkatkan kapasitas pengurus dan kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat maupun pejabat pemerintah.

“Para pengurus dan kader diberikan materi public speaking untuk meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan berkomunikasi di berbagai kegiatan,” ucapnya.

Di bidang pengembangan ekonomi keluarga, Azizah menyampaikan, bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) juga terus digalakkan sebagai upaya mendorong pergerakan ekonomi keluarga di Jakarta Selatan.

Bazar tersebut diharapkan menjadi sarana promosi sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperluas pemasaran.

“Terkait pengembangan ekonomi, bazar UP2K juga terus digalakkan. Hal itu sebagai wujud nyata bergeraknya roda ekonomi keluarga di Jakarta Selatan. Semoga bazar itu dapat menjadi ajang promosi dan peningkatan kelas bagi para pelaku UMKM,” tandasnya. create by Rahmat Tri Handoko