MII – Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tetap diarahkan untuk memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina.
Namun, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk menarik diri dari forum tersebut apabila keikutsertaannya dinilai tidak lagi memberikan manfaat nyata bagi perjuangan rakyat Palestina maupun kepentingan nasional Indonesia.
Hal tersebut disampaikan ulama sekaligus Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Hanif Alatas usai mengikuti pertemuan silaturahmi Presiden dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk dinamika diplomasi internasional terkait konflik di Palestina dan Gaza. Menurut Hanif, Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih berada dalam Board of Peace sebagai bagian dari upaya diplomasi untuk mendorong terciptanya perdamaian.
Namun, ia menekankan posisi Indonesia tetap berpijak pada prinsip kebermanfaatan bagi perjuangan Palestina. “Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif kepada wartawan. Jumat (6/3/26)
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional ( ATR / BPN ) Nusron Wahid menjelaskan bahwa Presiden juga menanggapi berbagai desakan dari sejumlah pihak agar Indonesia keluar dari Board of Peace.
Meski demikian, menurut Nusron, Presiden menilai forum tersebut saat ini masih menjadi mekanisme diplomasi yang paling realistis untuk membahas dan merundingkan upaya perdamaian di Gaza. “Pak Presiden juga mempertanyakan, kalau seandainya ada yang mendesak kita keluar dari BoP, lalu kita berunding untuk menciptakan perdamaian di forum apa?” kata Nusron.
Ia menilai hingga saat ini Board of Peace masih menjadi satu – satunya forum yang tersedia untuk mempertemukan berbagai pihak dalam pembahasan perdamaian Palestina.
Karena itu, Nusron mengajak masyarakat memberi kesempatan bagi upaya diplomasi yang sedang dilakukan pemerintah agar dapat berjalan dan menunjukkan hasil. “Bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai usaha belum dilakukan, kita sudah diminta keluar,” pungkasnya. create by Yulianto




