MII – Gresik – Di balik bersihnya kawasan Kota Pusaka Gresik yang setiap hari dilalui ribuan peziarah, ada cerita kekompakan kecil yang jarang tersorot. Seperti yang terjadi Senin, 26 Oktober 2026

Tim Bison Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik yang dipimpin Karu Suwito terlihat menyisir tiga titik vital: sepanjang trotoar Jalan Malik Ibrahim, Jalan Setia Budi, hingga area belakang Klenteng Kim Hin Kiong. Mereka mengosongkan tong-tong sampah hias berwarna hijau yang sudah menggunung.

Padahal, tugas tersebut bukan agenda rutin mereka. Area itu, diakui Suwito, merupakan area kerja rekannya, Dorkas Supriyanto.

“Gak ada agenda jarang-jarang mas, cuma membantu saja. Biasanya area sini memang digarap Dorkas Supriyanto. Ini kita bantu biar cepat selesai,” ujar Suwito saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Suwito buru-buru menegaskan, aksi membantu itu bukan karena lonjakan pengunjung, dan terlebih bukan karena kelalaian kerja rekannya.

“Bukan karena pengunjung dan bukan karena kelalaian kerjanya Supriyanto. Namanya kerja tim, kalau ada yang longgar ya saling bantu. Apalagi ini kawasan Kota Pusaka, harus selalu bersih,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, dua personel Tim Bison dengan kaos lapangan berwarna orange dan kuning tampak bahu-membahu. Satu orang mengangkat sampah yang didominasi dedaunan kering dari pot-pot anyaman besar dan sampah rumah tangga dari dalam tong, sementara rekannya menyapu sisa sampah yang tercecer di trotoar paving.

Sampah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam bak truk dump truck kuning milik DLH Gresik bernomor khusus sampah. Di bodi truk tersebut terpampang tulisan besar sebagai pengingat warga: “JAGALAH KEBERSIHAN, BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA”.

Kawasan Jalan Malik Ibrahim sendiri memang menjadi etalase Gresik. Di sanalah makam Maulana Malik Ibrahim, penyebar Islam pertama di Jawa, berada. Tak jauh dari situ, Jalan Setia Budi menjadi akses utama menuju Makam Sunan Giri dan kawasan pecinan lama Klenteng. Tak heran jika DLH memberikan perhatian ekstra.

Bagi Suwito dan Tim Bison, membantu bukanlah soal siapa yang bertugas, melainkan soal tanggung jawab bersama menjaga wajah kota.

“Kalau Kota Pusaka bersih, peziarah dan wisatawan yang datang juga nyaman. Itu tujuan utamanya,” pungkasnya.

Dengan kekompakan seperti inilah, DLH Gresik berharap kebersihan di jantung Kota Pusaka Gresik dapat terus terjaga setiap hari, tanpa harus menunggu komando. create by Basuki Rahmad