MII – Bogor – Sempat diberitakan sebelumnya bahwa Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor telah memiliki Presiden Mahasiwa (Presma) dan Wakil Presiden mahasiswa baru.

Diketahui mahasiswa yang menyatakan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa baru UIKA Bogor itu atas nama Azmi Mustopa, sementara wakilnya adalah Saepul Bahri.

Namun saat dikonfirmasi oleh Radar Bogor, Wakil Rektor III Bidang kemahasiswaan UIKA Bogor Hambari, menegaskan kabar itu diluar kendalinya, dan tidak ada pengesahan dari Rektorat sendiri.

“Pemira (Pemelihan Umum Raya Mahasiswa) UIKA itu hingga saat ini masih berlangsung,” tuturnya saat dikonfirmasi oleh Wartawan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan itu meminta kepada semua pasangan calon Presma dan Wapresma UIKA untuk tetap mengikuti penyelenggaraan Pemira sesuai dengan ketentuan.

Tidak hanya itu, Hambari juga menegaskan kepada Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (P2UM) untuk bersikap tegas, atas kegaduhan Pemira UIKA 2024 ini.

Sementara itu, Ketua P2UM Wahyoe Hidayat menuturkan, bahwa mahasiswa yang sebelumnya sudah menyatakan diri sebagai Presma UIKA baru itu dinyatakan bohong dan tidak sah.

“Iya itu harusnya bohong karena memang tidak sesuai dengan peraturan,” ucap Wahyoe.

Namun Wahyoe juga mengatakan bahwa untuk tindakan yang bakal diambil oleh P2UM sendiri mengenai mahasiswa yang mengklaim Presma UIKA baru itu, pihaknya masih harus berdikusi dengan rektorat dan pengurus P2UM lainnya.create by Marsuf Sakera