MII – Surabaya – Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya gerak cepat mengamankan seorang mahasiswi yang melakukan kekerasan terhadap bayi yang baru dilahirkan hingga meninggal, Tersangkanya adalah perempuan berinisial ALSU (24) asal Desa Walitelon Utama, Temanggung, Jawa Tengah. Aksi kekerasan itu dilakukan di dalam kamar kosnya, di Jalan Gubeng Kertajaya, Gubeng, Surabaya pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kasatres PPA – PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal kecurigaan tetangga kos ALSU yang mendengar suara tangisan bayi di kamar kos nomor 2. Saksi itu kemudian meminta bantuan kepada penghuni kos lain untuk mendobrak pintu kamar kos tersebut. “Setelah pintu berhasil dibuka, saksi masuk dan menemukan ALSU beserta seorang bayi baru lahir tergeletak atau tidur tanpa alas di lantai kamar,” katanya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Temuan itu kemudian menggegerkan warga kampung. Pasalnya, tersangka yang kos seorang diri dan dikenal sebagai mahasiswi itu ternyata melahirkan. Selanjutnya, warga membawa tersangka dan bayinya ke RSUD HAJI Surabaya untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Namun setibanya di RSUD HAJI Surabaya, diketahui bahwa bayi tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia. Hasil autopsi, bayi telah meninggal dua jam sebelumnya,” pungkasnya. Polisi yang menerima laporan langsung bergegas melakukan penyelidikan dan memintai keterangan sejumlah saksi. Hasilnya, penyidik menetapkan ALSU sebagai tersangka tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan hilangnya nyawa.

Atas perbuatannya, ALSU dijerat menggunakan Pasal 460 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 80 ayat (3) dan (4) Juncto Pasal 76C UU RI Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan keterangan warga sekitar berinisial R, proses persalinan dilakukan tanpa bantuan tenaga medis. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/8/26) sekitar pukul 08.00 WIB. “Kalau saya dengar, mahasiswinya melahirkan sendirian di kamar kosnya. Kondisi bayinya sudah meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit pada hari Rabu,” ujar R.

R juga mengungkapkan Tim Inafis Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi kejadian pada Kamis (6/8/26) sore untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian bayi tersebut. Menurutnya, penghuni kos maupun warga sekitar tidak mengetahui secara rinci peristiwa tersebut. Warga baru mengetahui kejadian setelah mobil Inafis datang ke lokasi sehari setelah kejadian.

“Orangnya memang tertutup dan jarang bergaul dengan sesama anak kos. Penghuni kosnya juga tidak saling kenal, jadi warga sekitar baru heboh pas ada Tim Inafis dan kepolisian datang di hari Kamis sore,” tambahnya. create by Abdul Ghofar