MII – Papua – “Kami ada, kami ada di ujung timur, jantung laut Indonesia. Kami bisa menjaga laut kami, kami bisa mengelola kekayaan laut kami, dan dari sini, dari Tanah Papua kami membawa Indonesia menuju kancah dunia.”
Di ujung timur Nusantara, di jantung laut Indonesia, berdiri sebuah kebenaran yang selama ini sering terabaikan. Kami hadir dari ujung timur, jantung laut Indonesia. Kami mampu menjaga laut kami, kami mampu mengelola kekayaan laut kami, dan dari sini, dari Tanah Papua, kami Siap membawa Indonesia menuju kancah dunia.
Papua bukan lagi wilayah pinggiran, melainkan Papua adalah Jantung Indonesia sebagai Negara Maritim Dunia. Pernyataan ini disampaikan secara resmi oleh masyarakat adat Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Biak Numfor dan Papua Pada Umumnya , seiring dengan langkah besar pengelolaan dan pemberdayaan kekayaan laut yang sedang dirintis bersama berbagai pihak pemangku kepentingan.
Papua bukan lagi wilayah pinggiran, Melainkan Papua adalah JANTUNG Indonesia sebagai Negara Maritim Dunia.
- Posisi strategis yang tak tergantikan:
Terletak di bibir Samudra Pasifik, di jalur migrasi ikan tuna dunia, Biak–Supiori dan seluruh wilayah perairan Papua adalah gerbang utama laut Indonesia ke dunia.
Posisi ini menjadikan perairan Papua sebagai salah satu jalur laut terpenting dan terkaya sumber daya hayati laut di belahan bumi bagian selatan. Di sinilah pertemuan arus laut yang kaya nutrisi, menjadikan wilayah ini habitat bagi ribuan spesies ikan, terutama ikan pelagis besar yang bernilai ekonomi tinggi.
- Kami ada, kami siap menjaga:
Masyarakat adat Papua telah menjaga laut ini selama ribuan tahun dengan kearifan leluhur. Sekarang, kami siap mengelola, menjaga, dan memajukannya untuk bangsa.
Kini kami tidak hanya menjaga, tetapi siap mengelola, memelihara, dan memajukannya untuk bangsa. Pengelolaan sumber daya laut tidak boleh lepas dari tangan masyarakat adat yang telah hidup berdampingan dengan laut ini sejak zaman dahulu. Keterlibatan kami bukan sekadar kehadiran, melainkan kewajiban dan hak yang melekat sebagai pemilik asal wilayah.
- Emas Biru, kekayaan untuk semua:
Potensi perikanan, terutama tuna sirip kuning dan ikan pelagis besar, bukan hanya milik kami, tetapi ini adalah kekayaan nasional yang dikelola dari Timur untuk seluruh Indonesia.
Ini adalah kekayaan nasional yang dikelola dari Timur untuk seluruh Indonesia. Kekayaan ini tidak boleh diambil begitu saja tanpa partisipasi dan kesejahteraan masyarakat yang telah menjaganya selama berabad-abad. Dengan pengelolaan yang tepat, Emas Biru ini akan menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk masyarakat Papua, tetapi bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Dari Papua, menuju ekspor dunia:
Dengan pengelolaan yang terstruktur, berkelanjutan, dan bermitra bersama pihak yang berinvestasi secara bertanggungjawab, Papua menjadi pusat ekspor kelautan terbesar di Indonesia, membuktikan bahwa membangun dari pinggiran berarti membangun jantung bangsa.
Hal ini membuktikan satu hal mendasar: bahwa membangun dari wilayah yang selama ini dianggap pinggiran bukan berarti membangun dari belakang. Karena Pinggiran berarti membangun dari Timur itu artinya bahwa membangun dari jantungnya bangsa. Jika Papua maju, Indonesia bangkit, Jika laut bagian timur terjaga dan dikelola dengan baik, maka seluruh Indonesia tumbuh dan sejahtera.
Slogan:
“Membangun Indonesia dari pinggiran, Papua jantung maritim Indonesia dan Dunia. Kami ada, kami menjaga, kami mengelola, kami membawa Indonesia ke Mancanegara (Dunia)
Seringkali orang berkata Papua adalah wilayah pinggiran. Namun hari ini kami berkata bahwa: Papua bukan pinggiran, Papua adalah JANTUNG Indonesia sebagai Negara Maritim.
Lihatlah peta: di sinilah laut kita paling luas, di sinilah jalur migrasi ikan dunia melintas, di sinilah gerbang Samudra Pasifik terbuka lebar. Kami ada di sini. Kami, anak-anak tanah Papua, berdiri di garis depan menjaga kedaulatan laut Indonesia. Dengan Potensi kelautan yang kita sebut “Emas Biru” ikan tuna, kekayaan laut yang tak ternilai, bukan hal baru bagi kami. Leluhur kami telah menjaga laut ini dengan kearifan yang dalam. Kini kami siap melangkah lebih jauh: mengelola, mengembangkan, dan membawa kekayaan ini dari perairan Papua menuju pasar dunia.
Membangun Indonesia dari pinggiran, bukan berarti membangun dari belakang. Membangun dari Timur berarti membangun dari jantungnya. Jika Papua maju, maka itulah titik awal Indonesia bangkit, Jika laut Timur terjaga dan dikelola dengan baik, maka seluruh Indonesia tumbuh dan sejahtera.
Marilah kita satukan tekad bahwa, Papua bangkit, laut terjaga, Indonesia maju, dari Kawasan Timur Nusantara Untuk Dunia. create by Wiliam




