MII – Surabaya – Seorang ibu berinisial MTE (33) bersama ketiga anaknya mendatangi Rumah Aspirasi Cak Ji untuk mengadukan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penganiayaan, dan penelantaran anak yang diduga dilakukan ayah kandung mereka, YDB (52), di kawasan Jalan Banyu Urip Kidul Gang 9, Rabu 28 Oktober 2026.
Ketiga anak MTE masing-masing berinisial G (7), C (5), dan O (3) yang diduga mengalami kekerasan fisik selama berada dalam pengasuhan ayah kandungnya. Berdasarkan pengakuan MTE, tindakan kekerasan tidak hanya dialami ketiga anaknya, tetapi juga menimpa dirinya ketika masih tinggal bersama YDB sebelum akhirnya memutuskan berpisah.
MTE mengungkapkan, dugaan kekerasan terhadap anak-anaknya sebelumnya telah dilaporkan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sawahan, tetapi penanganannya berakhir melalui mediasi damai dan pengalihan pengasuhan anak kepada ayah kandung mereka. “Saya sudah pasrah, sudah jengkel tak laporkan ke Polsek Sawahan, ternyata di Polsek Sawahan itu senyap, dimediasi, bilangannya, wis ra usah pada rame ae, masalah anak, anake dikasi no bapak e, saya ikhlas enggak ikhlas anak tak kasihkan,” ujar MTE.
Ia juga menceritakan sejumlah tindakan kekerasan fisik yang diduga dilakukan YDB terhadap dirinya sebelum keduanya berpisah. “Awal mulanya memang ayah kandungnya itu sebelum saya berpisah, memang dia sering melakukan kekerasan kita bertiga, saya dipukuli di Jambak, dilempar helm,” ungkapnya.
Persoalan semakin rumit setelah ketiga anak yang sebelumnya berada dalam pengasuhan MTE harus berpindah ke pihak ayah kandung mereka. Menurut MTE, pihak sekolah beberapa kali menyampaikan informasi mengenai kondisi anak-anaknya yang sakit dan diduga mengalami perlakuan kasar dari ayahnya.
Ia mengaku baru mengetahui dugaan kekerasan tersebut setelah anak-anaknya menceritakan pengalaman yang dialami selama berada dalam pengasuhan YDB. “Saya pikir sakit, ternyata anak-anaknya baru cerita saya nanti setelah lulus TK itu tadi diceritain kalau sering dipukulin, terus akhirnya saya laporkan,” pungkasnya. Selain dugaan kekerasan fisik, MTE mengungkapkan ketiga anaknya tidak lagi mendapatkan akses pendidikan yang layak setelah berpindah pengasuhan. “Tidak disekolahkan, ditanya alasannya tidak pernah menjawab,” katanya.
Sementara itu, G (7), anak tertua dari tiga bersaudara tersebut, mengaku kerap mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan ayah kandungnya. Menurut pengakuannya, tindakan kekerasan tersebut sering menyasar bagian kepala, mata, dan belakang tubuh. “Biasanya dipukulnya di kepala, mata, sama belakang,” ungkap G.
G juga menceritakan bahwa dirinya kerap berusaha melindungi kedua adiknya ketika menghadapi perlakuan kasar dari sang ayah. “Ngebela, adik saya suruh pergi menjauh,” pungkasnya. Menanggapi pengaduan tersebut, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji menyatakan akan segera menemui pihak ayah untuk melakukan mediasi terkait dugaan penganiayaan dan penelantaran ketiga anak tersebut. “Akan diagendakan sidak dalam waktu dekat,” kata Cak Ji. craete by Abdul Ghofar




