MII – Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan pembangunan transportasi kereta gantung yang akan menghubungkan kawasan Summarecon di Kecamatan Sukaraja dengan Rest Area Gunung Mas, Puncak. Proyek tersebut dirancang sebagai salah satu solusi mengurangi kemacetan di Jalur Wisata Puncak dan akan dibiayai melalui investasi swasta tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ).

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, saat ini rencana pembangunan masih berada pada tahap studi kelayakan ( feasibility study ). Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor yang berpotensi terlibat dalam proyek tersebut.

Menurut Rudy Susmanto, selain konsep kereta gantung, pemerintah juga mengkaji sejumlah alternatif sistem transportasi lain, termasuk kereta rel listrik ( KRL ). Namun, seluruh rencana tersebut membutuhkan investasi dengan nilai yang sangat besar sehingga tidak memungkinkan dibiayai melalui APBD. “Pembangunan itu membutuhkan biaya hingga triliunan rupiah. Karena itu kami tidak akan membebankannya kepada APBD, melainkan mendorong keterlibatan pihak swasta,” ujar Rudy Susmanto. Kamis 9 Juli 2026

Ia menjelaskan, konsep awal proyek telah disiapkan dengan membangun shelter atau stasiun bawah di kawasan Summarecon, yang akan difungsikan sebagai area park and ride bagi wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Puncak menggunakan kereta gantung.

Sementara itu, shelter tujuan akan berada di kawasan Rest Area Gunung Mas. Dengan konsep tersebut, wisatawan diharapkan dapat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal sehingga mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalur Puncak. Rudy Susmanto menilai pembangunan kereta gantung menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi menuju kawasan wisata Puncak, sekaligus memberikan alternatif perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat maupun wisatawan. create by Gunawan Suhendar