MII – Jakarta Selatan – Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di RT 09/02, Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, mencatat angka bebas jentik (ABJ) mencapai 98 persen. Capaian tersebut sejalan dengan kondisi wilayah yang mencatatkan nol kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini.
“Menerapkan Jumantik Mandiri”
Lurah Pesanggrahan, Mochamad Isnaeni mengatakan, capaian tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan yang dilakukan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), petugas puskesmas, dan unsur terkait lainnya.
“Pagi ini, dari 100 rumah yang diperiksa, hanya dua rumah yang ditemukan memiliki jentik nyamuk,” ujarnya, Jumat (16/10).
Isnaeni mengaku bersyukur dan bangga dengan kondisi tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD..
“Kami juga meminta mari bersama-sama menggerakkan masyarakat dalam menerapkan Jumantik Mandiri untuk menekan angka bebas jentik,” terangnya.
Isnaeni mengingatkan warga untuk terus menjalankan pengelolaan sampah secara berkelanjutan sesuai Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026. Kebersihan lingkungan harus dijaga secara konsisten agar tidak menimbulkan tumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga.
“Apa yang sudah kita lakukan terkait pengelolaan sampah ini harus terus dijalankan. Jangan sampai lingkungan kita kotor ataupun tidak nyaman akibat tumpukan sampah,” ungkapnya.
Sementara itu, Staf Kesehatan Lingkungan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan, Horasma Tambaruhur Purba memaparkan, pencegahan DBD tetap mengacu pada gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
“Untuk hari ini kami menemukan ban bekas di lapangan. Kami minta agar warga menutupnya menggunakan terpal guna mencegah masuknya air hujan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk,” bebernya.
Horasma mengimbau warga dan kader Jumantik agar konsisten melaksanakan PSN meskipun hingga Oktober 2026 belum ditemukan kasus DBD di wilayah tersebut. Menurutnya, kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama saat terjadi perubahan cuaca dan memasuki musim hujan.
“Nantinya saat perubahan cuaca juga warga harus sigap. Di musim penghujan juga tidak boleh ada air tergenang di botol bekas, ember atau barang lainnya yang tidak terpakai. Kita saling menjaga lingkungan,” tandasnya. create by Rahmat Tri Handoko




