MII – Gresik – Peran perempuan dalam sejarah Kerajaan Giri Kedaton tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga memainkan peran strategis dalam urusan politik, diplomasi, hingga keputusan besar yang menentukan arah kekuasaan Giri Kedaton sebagai pusat dakwah Islam di Nusantara.

Budayawan Gresik, Kris Adji AW, menyampaikan bahwa kiprah perempuan di lingkungan Giri Kedaton memiliki pengaruh signifikan terhadap hubungan antar-kerajaan dan jaringan penyebaran Islam di Jawa.

Menurutnya, pernikahan politik menjadi salah satu instrumen utama keterlibatan perempuan dalam memperkuat posisi Giri Kedaton di tengah persaingan kekuasaan kala itu. Pernikahan menjadi cara utama perempuan Giri Kedaton memainkan peran strategis. Sunan Giri, pendiri Giri Kedaton, menikahi dua perempuan sekaligus, yakni Dewi Mustasiah ( putri Sunan Ampel ) dan Dewi Wardah ( putri Sunan Bungkul ).

“Aliansi ini tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memperkuat jaringan politik dan dakwah Islam di masa itu,” ucapnya, Senin (3/11/2025).

Kris Adji menjelaskan, peran perempuan Giri Kedaton tidak terhenti pada level keluarga istana. Mereka turut berkontribusi dalam memperluas pengaruh politik ke berbagai wilayah di Jawa Timur.

“Para pangeran dan putri Giri Kedaton juga memiliki peran dalam penyebaran pengaruh kerajaan ke wilayah lain, termasuk ke Pulau Madura, di mana beberapa dari mereka bertahta atau memiliki pengaruh signifikan,” terangnya.

Salah satu sosok perempuan yang paling menonjol dalam catatan sejarah Giri Kedaton adalah Ratu Pandan Sari. Ia dikaitkan dengan peristiwa penaklukan Giri Kedaton oleh Kesultanan Mataram pada abad ke-17.

“Ratu Pandan Sari menjadi sosok penting di balik peristiwa besar yang mengakhiri kedaulatan Giri Kedaton. Meskipun detail sejarahnya tidak banyak diuraikan, sejumlah sumber menguatkan bahwa ia berperan dalam proses politik dan militer pada masa itu,” jelasnya.

Lebih jauh, kata Kris Adji, secara kultural perempuan bangsawan Giri Kedaton juga berperan dalam aspek pendidikan dan sosial keagamaan di lingkungan kerajaan.

Mereka menjadi pendidik bagi generasi penerus – calon pemimpin Giri Kedaton – serta penjaga tradisi keraton. Selain itu, keterlibatan mereka dalam kegiatan dakwah memberikan pengaruh penting terhadap penyebaran Islam, mengingat Giri Kedaton merupakan pusat keagamaan yang disegani pada masanya.

“Secara keseluruhan, peran strategis perempuan di Giri Kedaton sangat terkait dengan dinamika politik pada zamannya. Baik melalui penguatan aliansi kekuasaan maupun keterlibatan langsung dalam momen-momen krusial sejarah kerajaan,” pungkas Kris Adji. create by Basuki Rahmad